Magelang, Juni 2026 — Matematika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang kerap dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar. Kondisi ini juga ditemukan di SD Negeri Ringinputih 3 Borobudur, Kabupaten Magelang, di mana sebagian siswa kelas III menunjukkan minat belajar matematika yang relatif rendah. Berangkat dari kondisi tersebut, Alvina Marisa Zesa Saputri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang dipadukan dengan media Roll Generator untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa.
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Roll Generator terhadap Minat Belajar Matematika” ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Negeri Ringinputih 3 Borobudur. Fokus utama penelitian adalah mengukur sejauh mana penggunaan model pembelajaran yang menggabungkan unsur permainan dan kerja sama kelompok mampu menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran matematika.
Menurut Alvina, rendahnya minat belajar matematika di sekolah tersebut terlihat dari kurangnya perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung. Sebagian siswa masih berbicara dengan teman ketika guru menjelaskan materi, kurang fokus mengikuti pelajaran, serta menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Kondisi tersebut diperparah dengan metode pembelajaran yang masih didominasi penjelasan di papan tulis dan latihan soal konvensional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Model ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang mengajak siswa belajar dalam kelompok sekaligus berkompetisi melalui permainan edukatif. Berbeda dengan pembelajaran biasa yang menggunakan kuis konvensional, TGT mengedepankan sistem turnamen akademik yang mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar.
Keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan media Roll Generator, sebuah alat bantu pembelajaran berbentuk roda putar yang dirancang khusus untuk membantu siswa memahami operasi hitung perkalian. Media tersebut memungkinkan siswa belajar sambil bermain melalui aktivitas memutar roda, menentukan angka, dan menyelesaikan soal perkalian secara interaktif. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah persepsi siswa bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit menjadi pelajaran yang menyenangkan dan menarik.
Penelitian menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan model One Group Pre-Angket–Post-Angket Design. Sebanyak 15 siswa kelas III dilibatkan sebagai sampel penelitian. Sebelum mendapatkan perlakuan, siswa terlebih dahulu mengisi angket untuk mengukur tingkat minat belajar matematika. Setelah beberapa kali pembelajaran menggunakan model TGT berbantuan media Roll Generator, siswa kembali diberikan angket untuk melihat perubahan minat belajar yang terjadi.
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menggembirakan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test memperlihatkan adanya pengaruh signifikan penggunaan model TGT berbantuan media Roll Generator terhadap minat belajar matematika siswa. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan minat belajar siswa.
Temuan ini memperkuat sejumlah penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa model pembelajaran TGT mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar siswa. Namun, penelitian Alvina menghadirkan kebaruan melalui integrasi media Roll Generator yang secara khusus dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar memahami konsep perkalian secara lebih konkret dan menyenangkan.
Lebih jauh, penelitian ini memberikan gambaran bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu harus menggunakan teknologi digital yang kompleks. Media sederhana yang dipadukan dengan strategi pembelajaran kolaboratif ternyata mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan mendorong keterlibatan siswa secara aktif.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru sekolah dasar dalam mengembangkan metode pembelajaran matematika yang lebih kreatif. Melalui kombinasi model TGT dan media Roll Generator, siswa tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga belajar bekerja sama, berkompetisi secara sehat, serta membangun rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika.
Dengan demikian, penelitian yang dilakukan Alvina Marisa Zesa Saputri memberikan bukti bahwa pembelajaran matematika dapat dikemas menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ketika siswa merasa tertarik dan terlibat dalam proses belajar, minat belajar mereka meningkat, dan pada akhirnya tujuan pendidikan pun dapat tercapai secara lebih optimal. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

