Magelang, Juni 2026 – Di tengah gencarnya strategi pemasaran digital yang mengandalkan influencer dan media sosial, sebuah penelitian terbaru justru menemukan fakta menarik. Bagi konsumen sepatu Adidas di Shopee, fitur live streaming terbukti menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendorong keputusan pembelian, sementara influencer marketing dan social media marketing tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Alfin Ihsani, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang.
Penelitian bertajuk “Pengaruh Live Streaming, Influencer Marketing dan Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian (Studi Empiris pada Pembeli Sepatu Adidas di Shopee)” ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan e-commerce dan transformasi perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam menentukan pilihan belanja. Adidas dipilih sebagai objek penelitian karena menjadi salah satu merek sepatu yang memiliki tingkat popularitas tinggi di Indonesia dan aktif memanfaatkan berbagai strategi pemasaran digital di marketplace.
Menurut Alfin Ihsani, perkembangan fitur digital seperti live streaming di Shopee telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan produk. Tidak hanya melihat gambar dan membaca deskripsi, calon pembeli kini dapat menyaksikan demonstrasi produk secara langsung, berkomunikasi dengan penjual secara real-time, serta memperoleh informasi yang lebih detail sebelum memutuskan membeli. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh tiga variabel pemasaran digital, yakni live streaming, influencer marketing, dan social media marketing terhadap keputusan pembelian konsumen Adidas di Shopee. Fokus penelitian diarahkan untuk mengetahui strategi mana yang paling efektif dalam memengaruhi perilaku konsumen di era belanja digital saat ini.
Dalam pelaksanaannya, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Form. Sebanyak 108 responden yang pernah membeli produk Adidas melalui Shopee dilibatkan sebagai sampel penelitian. Responden dipilih menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria berusia minimal 18 tahun dan memiliki pengalaman melakukan pembelian produk Adidas di platform tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa interaksi langsung yang tercipta selama siaran langsung mampu meningkatkan keyakinan calon pembeli. Konsumen merasa lebih mudah memperoleh informasi mengenai kualitas, fungsi, hingga detail produk sehingga risiko kesalahan pembelian dapat diminimalkan. Selain itu, komunikasi dua arah antara penjual dan konsumen membuat proses belanja terasa lebih transparan dan meyakinkan.
Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa influencer marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sepatu Adidas di Shopee. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan influencer belum tentu menjadi faktor utama yang mendorong konsumen untuk melakukan transaksi. Konsumen tampaknya lebih mengutamakan pengalaman langsung dan informasi faktual mengenai produk dibandingkan sekadar rekomendasi figur publik di media sosial.
Temuan serupa juga terjadi pada variabel social media marketing. Meskipun berbagai kampanye promosi di media sosial mampu meningkatkan eksposur merek, penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pemasaran melalui media sosial belum cukup kuat untuk secara langsung memengaruhi keputusan pembelian konsumen Adidas di Shopee. Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumen saat ini semakin kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh konten promosi semata tanpa adanya pengalaman yang lebih nyata terhadap produk.
Penelitian Alfin Ihsani memberikan gambaran bahwa strategi pemasaran digital tidak selalu menghasilkan dampak yang sama. Di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat, pelaku usaha perlu lebih cermat dalam menentukan pendekatan pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumennya. Live streaming terbukti menjadi sarana yang efektif karena mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang interaktif, informatif, sekaligus membangun kepercayaan.
Bagi perusahaan maupun pelaku bisnis yang berjualan di marketplace, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pemasaran digital ke depan. Investasi pada program live streaming yang berkualitas dan interaktif berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan hanya mengandalkan promosi melalui influencer atau konten media sosial. Dengan kata lain, konsumen masa kini tidak hanya ingin melihat promosi, tetapi juga ingin merasakan pengalaman yang mendekati interaksi langsung sebelum mengambil keputusan membeli. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

