Magelang, Juni 2026 – Di tengah meningkatnya tantangan moral yang dihadapi generasi muda, pendidikan akhlak kembali menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Fenomena kenakalan remaja, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga menurunnya etika pergaulan menjadi sinyal perlunya penguatan karakter yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan moral dan spiritual. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, Fendra Afrian, melakukan penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam buku Menjadi Pemuda Bertauhid, Berakhlak, Berprestasi karya Ahmad Rifa’i Rif’an.
Penelitian yang disusun dalam bentuk skripsi ini bertujuan mengkaji secara mendalam nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam buku tersebut sekaligus menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada jenjang sekolah menengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research), Fendra menelaah isi buku menggunakan teknik content analysis untuk menemukan pesan-pesan moral yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.
Dalam kajiannya, Fendra menyoroti bahwa buku karya Ahmad Rifa’i Rif’an hadir sebagai salah satu media literasi yang menawarkan perpaduan antara nilai tauhid, akhlak, dan semangat berprestasi. Buku tersebut ditulis dengan bahasa yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan remaja, sehingga mampu menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda Muslim.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Menjadi Pemuda Bertauhid, Berakhlak, Berprestasi memuat berbagai nilai pendidikan akhlak yang komprehensif. Nilai-nilai tersebut mencakup akhlak kepada Allah SWT, yang menekankan pentingnya tauhid sebagai fondasi kehidupan seorang Muslim. Selain itu terdapat pula akhlak kepada Rasulullah SAW, yang mengajarkan keteladanan melalui pengamalan sunnah dan kecintaan kepada Nabi.
Tidak hanya itu, penelitian juga menemukan adanya nilai akhlak kepada diri sendiri, yang diwujudkan melalui sikap jujur, ikhlas, sederhana, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dipandang penting untuk membentuk karakter pribadi yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pada sisi lain, buku ini juga mengangkat akhlak kepada sesama manusia, terutama kepada orang tua dan guru, yang diwujudkan dalam bentuk penghormatan, ketaatan, serta sikap santun dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh, penelitian Fendra mengungkap bahwa pesan-pesan moral dalam buku tersebut tidak hanya berhenti pada hubungan individu dengan Tuhan maupun sesama manusia. Buku ini juga memuat nilai tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga pendidikan akhlak dipahami sebagai proses pembentukan karakter yang menyeluruh. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan tujuan Pendidikan Agama Islam yang berupaya membentuk peserta didik beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Dalam pembahasannya, Fendra menegaskan bahwa konsep tauhid yang menjadi inti buku memiliki kesesuaian dengan materi Pendidikan Agama Islam di sekolah. Penguatan keimanan kepada Allah, pembiasaan akhlak mulia, hingga etika dalam pergaulan sosial menjadi bagian yang selaras dengan capaian pembelajaran PAI. Karena itu, buku karya Ahmad Rifa’i Rif’an dinilai berpotensi menjadi bahan pendukung dalam proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa buku Menjadi Pemuda Bertauhid, Berakhlak, Berprestasi mengandung nilai-nilai pendidikan akhlak yang kuat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Nilai tauhid, keteladanan Rasulullah, kejujuran, keikhlasan, kesederhanaan, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta tanggung jawab sosial menjadi pesan utama yang dapat membantu membentuk karakter peserta didik. Selain relevan dengan tujuan Pendidikan Agama Islam, nilai-nilai tersebut juga dinilai mampu menjawab tantangan moral yang semakin kompleks di era modern.
Melalui penelitian ini, Fendra Afrian berharap hasil kajiannya dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam penguatan pendidikan akhlak berbasis literasi. Temuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa buku-buku motivasi Islami yang kaya nilai moral dapat menjadi alternatif media pembelajaran karakter bagi generasi muda Indonesia di tengah derasnya arus perubahan zaman. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

