Magelang, Juni 2026 – Peran orang tua dan motivasi belajar terbukti menjadi faktor penting dalam membentuk kedisiplinan belajar siswa sekolah dasar. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Tamara Bishofa’il Aisy, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), melalui skripsinya yang berjudul “Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Peserta Didik di SD Negeri Candisari Kecamatan Secang.”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai bentuk pelanggaran kedisiplinan belajar di lingkungan sekolah dasar. Beberapa siswa diketahui sering terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, kurang memperhatikan guru saat pembelajaran berlangsung, hingga melakukan kecurangan saat pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama keluarga dan sekolah.
Menurut Tamara, kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan akademik peserta didik. Sikap disiplin tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan sekolah, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab siswa dalam mengelola waktu belajar, menyelesaikan tugas, serta mengikuti proses pembelajaran secara konsisten.
Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal utama, yakni hubungan antara perhatian orang tua dengan kedisiplinan belajar siswa, hubungan motivasi belajar dengan kedisiplinan belajar, serta hubungan perhatian orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kedisiplinan belajar peserta didik.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri Candisari Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, sebanyak 66 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 siswa dipilih sebagai responden melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas, sementara analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi 25.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan kedisiplinan belajar siswa. Semakin tinggi perhatian yang diberikan orang tua, semakin baik pula tingkat kedisiplinan belajar anak. Bentuk perhatian tersebut meliputi pendampingan belajar, pengawasan kegiatan belajar di rumah, pemberian motivasi, penyediaan fasilitas belajar, hingga komunikasi yang intensif mengenai perkembangan pendidikan anak.
Selain itu, motivasi belajar juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kedisiplinan belajar. Siswa yang memiliki dorongan kuat untuk belajar, optimisme dalam mencapai tujuan, serta komitmen terhadap tugas-tugas sekolah cenderung menunjukkan perilaku belajar yang lebih disiplin dibandingkan siswa dengan motivasi rendah.
Yang menarik, penelitian ini juga menemukan bahwa perhatian orang tua dan motivasi belajar secara simultan berhubungan signifikan dengan kedisiplinan belajar siswa. Artinya, kedua faktor tersebut saling melengkapi dalam membentuk perilaku belajar yang positif. Anak yang mendapatkan dukungan dan perhatian dari keluarga sekaligus memiliki motivasi belajar yang tinggi akan lebih mudah membangun kebiasaan disiplin dalam kehidupan akademiknya.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di sekolah. Keluarga memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan kebiasaan belajar anak sejak dini. Di tengah kesibukan orang tua bekerja, keterlibatan dalam mendampingi pendidikan anak tetap menjadi kebutuhan penting yang tidak dapat diabaikan.
Melalui penelitian ini, Tamara berharap hasil kajiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Dengan perhatian orang tua yang lebih optimal serta upaya menumbuhkan motivasi belajar secara berkelanjutan, diharapkan peserta didik mampu mengembangkan karakter disiplin yang menjadi fondasi penting bagi keberhasilan akademik maupun kehidupan mereka di masa depan. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

