PAIKEM Terbukti Tingkatkan Kemandirian Belajar Siswa SD
30 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 – Membangun kemandirian belajar menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan dasar. Tidak sedikit siswa yang masih bergantung pada arahan guru maupun bantuan orang tua saat mengerjakan tugas. Kondisi tersebut mendorong Irma Tridhika Safira, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian mengenai efektivitas model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa sekolah dasar.

Penelitian yang diselesaikan pada tahun 2022 ini mengangkat tema peningkatan kemandirian belajar melalui penerapan PAIKEM dengan lokasi penelitian di kelas V SD Negeri Ngipik, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Kajian tersebut berangkat dari kenyataan bahwa proses pembelajaran di sekolah masih didominasi metode konvensional yang membuat siswa cenderung pasif, kurang percaya diri, dan belum mampu belajar secara mandiri.

Dalam pengamatannya, Irma menemukan berbagai persoalan yang cukup umum dijumpai di lingkungan sekolah dasar. Sebagian siswa masih sering menunggu arahan guru, kurang berinisiatif menyelesaikan tugas sendiri, bahkan masih bergantung pada teman maupun keluarga ketika mengerjakan pekerjaan rumah. Akibatnya, proses belajar tidak berjalan optimal dan hasil belajar siswa pun belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana penerapan model PAIKEM mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa. Model pembelajaran ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar melalui berbagai aktivitas yang kreatif, inovatif, efektif, sekaligus menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, kemampuan memecahkan masalah, hingga kebiasaan belajar secara mandiri.

Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 19 siswa kelas V SD Negeri Ngipik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas belajar dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Selama pelaksanaan penelitian, guru menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif dibandingkan metode sebelumnya. Siswa didorong untuk aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, menyelesaikan permasalahan secara mandiri, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan.

Perubahan pendekatan tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perilaku belajar siswa. Mereka mulai menunjukkan keberanian dalam menyampaikan pendapat, lebih percaya diri saat mengerjakan tugas, serta tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada guru maupun teman sekelas. Aktivitas belajar yang semula cenderung pasif berubah menjadi lebih partisipatif.

Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan tingkat kemandirian belajar setelah penerapan PAIKEM. Pada siklus pertama, persentase ketuntasan kemandirian belajar siswa mencapai 83 persen. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua, angka tersebut meningkat menjadi 93 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter belajar mandiri pada siswa sekolah dasar.

Tidak hanya meningkatkan kemandirian, pendekatan PAIKEM juga menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif. Proses pembelajaran menjadi lebih komunikatif karena siswa terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Kondisi tersebut sekaligus membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang tidak monoton sehingga materi pelajaran lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Temuan penelitian ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, tetapi juga oleh strategi yang digunakan guru dalam mengelola kelas. Ketika siswa diberi ruang untuk aktif berpikir, berkreasi, berdiskusi, dan menemukan solusi sendiri, kemampuan belajar mandiri akan tumbuh secara bertahap.

Melalui penelitian ini, Irma Tridhika Safira menyimpulkan bahwa model PAIKEM layak dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar, khususnya untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Penerapan model ini tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas belajar, tetapi juga membantu membangun karakter peserta didik agar lebih bertanggung jawab, percaya diri, serta siap menghadapi proses pembelajaran secara mandiri.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, maupun praktisi pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter belajar yang akan menjadi bekal penting bagi siswa di masa depan. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance