Magelang, Juli–Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian ekstrem, inovasi berbasis teknologi mulai merambah sektor perawatan tanaman hias. Yusuf Afridiantama, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, menghadirkan solusi melalui penelitiannya berjudul “Prototype Monitoring Penyiraman dan Pengontrol Suhu Sekitar Tanaman Aglonema Berbasis IoT.”
Penelitian ini berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi para pecinta tanaman aglonema, khususnya jenis Aglonema Adelia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman dengan daun lebar ini rentan mengalami penguapan cepat, sehingga membutuhkan penyiraman rutin dan pengendalian suhu yang stabil. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh fenomena gelombang panas yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak pada kualitas pertumbuhan tanaman.
Yusuf menitikberatkan penelitiannya pada pengembangan sistem otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memonitor sekaligus mengontrol kondisi lingkungan tanaman. Tujuan utama penelitian ini adalah merancang sebuah prototipe yang dapat menjaga kelembaban tanah dan suhu udara secara optimal, sekaligus mempermudah pengguna dalam merawat tanaman tanpa harus melakukan pengawasan langsung setiap saat.
Sistem yang dikembangkan memanfaatkan perangkat Wemos D1 Mini sebagai pusat kendali, didukung sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu udara serta sensor soil moisture untuk mengukur kelembaban tanah. Seluruh data yang diperoleh kemudian diolah dan dikirim secara real-time ke aplikasi smartphone, sehingga pengguna dapat memantau kondisi tanaman sekaligus mengontrol proses penyiraman dari jarak jauh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu bekerja secara responsif dalam menjaga kelembaban tanah dan kestabilan suhu lingkungan tanaman. Prototipe juga dilengkapi fitur penyiraman otomatis dan terjadwal, termasuk pemberian nutrisi secara berkala. Dengan demikian, tanaman tetap mendapatkan perawatan optimal meskipun pemilik tidak berada di lokasi.
Tak hanya itu, implementasi teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam perawatan tanaman hias. Sistem mampu mengurangi risiko kekeringan maupun kelebihan air, yang kerap menjadi penyebab utama kerusakan tanaman aglonema. Dalam uji coba yang dilakukan, perkembangan tanaman menunjukkan hasil yang lebih stabil dibandingkan metode perawatan manual.
Melalui inovasi ini, Yusuf Afridiantama menawarkan solusi praktis bagi para penghobi maupun pelaku budidaya tanaman hias untuk menghadapi tantangan iklim yang tidak menentu. Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa pemanfaatan IoT tidak hanya terbatas pada sektor industri, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dalam dunia pertanian dan hortikultura modern.
Jika dikembangkan lebih lanjut, sistem ini berpotensi menjadi standar baru dalam perawatan tanaman hias bernilai tinggi di era digital. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

