Magelang, Juli–Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar kembali mendapat sorotan melalui penelitian yang dilakukan oleh Afifah Zahra Arinda Ramadhanti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam studinya, Afifah mengangkat tema pengaruh pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di MI Tarbiyatussibyan 1 Sidosari.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, yang dinilai belum optimal akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, kemampuan berpikir kritis menjadi kompetensi kunci yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi kompleksitas informasi dan tantangan kehidupan modern.
Afifah merancang penelitian dengan metode pre-experimental design menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 siswa dijadikan sampel dalam satu kelas eksperimen. Mereka diberikan tes sebelum dan sesudah penerapan pendekatan STEAM untuk mengukur perubahan kemampuan berpikir kritis, khususnya pada materi zat tunggal dan campuran.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan STEAM sendiri dikenal sebagai model pembelajaran terpadu yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sehingga mendorong siswa untuk berpikir analitis, kreatif, dan solutif dalam memecahkan masalah nyata.
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup kuat. Berdasarkan analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, yang berarti lebih kecil dari batas 0,05. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, dan dapat disimpulkan bahwa pendekatan STEAM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Secara praktis, hasil ini menegaskan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEAM mampu mendorong siswa menjadi lebih aktif, terlibat dalam proses belajar, serta lebih mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah secara logis. Pendekatan ini juga dinilai efektif dalam mengatasi kejenuhan siswa terhadap pembelajaran IPA yang selama ini dianggap membosankan.
Penelitian ini menjadi bukti bahwa inovasi metode pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Afifah berharap, temuan ini dapat menjadi referensi bagi guru dan praktisi pendidikan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan hasil yang signifikan, pendekatan STEAM tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga solusi konkret dalam membentuk generasi siswa yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Â (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

