Tekan Cacat Produksi,Strategi Six Sigma di Industri Plywood
20 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang, Juli–Sebuah penelitian karya Iqbal Ramadhan Alfaqih, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Magelang, menyoroti upaya peningkatan kualitas produk di industri kayu lapis melalui pendekatan Six Sigma. Studi ini mengangkat tema pengendalian kualitas sebagai strategi menekan angka produk cacat di perusahaan Duta Plywood, Kabupaten Temanggung.

Penelitian berangkat dari persoalan nyata di lapangan: tingkat cacat produk yang masih melampaui standar perusahaan. Data menunjukkan rata-rata kecacatan mencapai 4,34 persen, sedikit di atas ambang batas yang ditetapkan sebesar 4 persen. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kerugian perusahaan, baik dari sisi biaya produksi ulang maupun penurunan nilai jual produk.

Dengan latar tersebut, Iqbal merumuskan tujuan utama penelitiannya, yakni mengidentifikasi faktor penyebab cacat produk, mengukur tingkat kualitas menggunakan indikator DPMO dan sigma, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang aplikatif. Pendekatan yang digunakan adalah metode Six Sigma dengan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), yang dikenal sebagai kerangka sistematis dalam peningkatan kualitas berkelanjutan.

Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat empat jenis cacat utama dalam proses produksi plywood, yaitu veneer tidak menempel dengan baik, permukaan terkelupas, retak, serta perekat yang tidak merata. Secara kuantitatif, tingkat kualitas produksi berada pada nilai DPMO sebesar 173.531,746 dengan level sigma 3,80, yang menunjukkan masih adanya ruang signifikan untuk perbaikan kualitas.

Lebih jauh, penelitian ini mengidentifikasi akar masalah kecacatan produk yang berasal dari empat faktor utama, yakni manusia (SDM), material, metode kerja, dan mesin produksi. Faktor manusia menjadi sorotan penting, terutama terkait keterampilan tenaga kerja dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Sebagai solusi, Iqbal menawarkan sejumlah rekomendasi strategis yang dinilai realistis untuk diterapkan perusahaan. Di antaranya adalah peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan, penyesuaian beban kerja, serta penguatan pengawasan terhadap pelaksanaan SOP di lini produksi. Upaya ini diharapkan mampu menekan tingkat cacat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan metode Six Sigma tidak hanya efektif sebagai alat analisis, tetapi juga sebagai dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terstruktur, perusahaan di sektor manufaktur—khususnya industri plywood—dapat lebih kompetitif di tengah tuntutan pasar yang semakin ketat terhadap kualitas.

Secara keseluruhan, studi ini menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan ilmiah dapat memberikan solusi praktis bagi industri, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing melalui pengendalian kualitas yang lebih optimal. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance