Magelang, Juli–Laporan tugas akhir yang disusun oleh Ilham Aminudin, Frian Alwi Pangestu, dan Adam Alfiyan Malik dari Program Studi Teknologi Informasi D-3 Universitas Muhammadiyah Magelang menghadirkan solusi digital untuk persoalan klasik manajemen stok di sektor ritel. Penelitian ini mengusung tema pengembangan Sistem Informasi Inventori Gudang berbasis web guna mengoptimalkan pengelolaan persediaan barang di Toko Raja Pecah Belah.
Berangkat dari kondisi lapangan, para peneliti menemukan bahwa proses pencatatan stok masih dilakukan secara manual. Metode ini kerap memicu kesalahan pencatatan, ketidaksesuaian antara stok fisik dan data, hingga keterlambatan dalam pengambilan keputusan terkait pengadaan barang. Situasi tersebut berdampak langsung pada efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.
Melihat persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang sekaligus mengimplementasikan sistem inventori berbasis web yang mampu mengelola data persediaan secara lebih akurat, cepat, dan terintegrasi. Selain itu, sistem ini juga ditujukan untuk mempermudah pemilik maupun petugas gudang dalam memantau kondisi stok secara real-time, tanpa batasan ruang dan waktu.
Dalam proses pengembangannya, tim peneliti menggunakan metode Waterfall, yakni pendekatan sistematis yang dilakukan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi. Sistem yang dibangun dirancang tidak hanya untuk pencatatan barang masuk dan keluar, tetapi juga dilengkapi fitur unggulan seperti notifikasi stok minimum yang terhubung langsung melalui web dan aplikasi WhatsApp.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu berjalan dengan baik berdasarkan pengujian metode Black Box. Seluruh fungsi utama dinyatakan valid dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem ini juga terbukti memberikan kemudahan dalam proses pengolahan data inventori serta pembuatan laporan secara otomatis dan real-time.
Lebih jauh, implementasi sistem ini memberikan dampak signifikan bagi operasional toko. Pengelolaan stok menjadi lebih terkontrol, risiko kehabisan atau penumpukan barang dapat diminimalkan, serta efisiensi kerja karyawan meningkat. Dengan akses data yang lebih cepat dan akurat, pengambilan keputusan juga menjadi lebih responsif.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital melalui sistem inventori berbasis web bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha ritel. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Dengan demikian, karya ini menjadi salah satu contoh nyata penerapan teknologi informasi dalam menjawab tantangan operasional bisnis modern, khususnya dalam pengelolaan persediaan barang yang lebih efektif dan berkelanjutan. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber:Â repositori UNIMMA

