Magelang,Juli–Pendekatan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) kembali menunjukkan efektivitasnya dalam dunia pendidikan dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Afifah Zahra Arinda Ramadhanti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Magelang, membuktikan bahwa metode ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan.
Dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Pendekatan STEAM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas V”, peneliti mengangkat tema penting terkait penguatan kompetensi abad ke-21, khususnya kemampuan berpikir kritis. Penelitian dilakukan di MI Tarbiyatussibyan 1 Sidosari dengan melibatkan 20 siswa sebagai subjek penelitian.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran, khususnya pada materi zat tunggal dan campuran. Metode yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model One Group Pretest-Posttest, di mana kemampuan siswa diukur sebelum dan sesudah penerapan pendekatan tersebut.
Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian yang dirancang untuk mengukur indikator berpikir kritis siswa. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test melalui program IBM SPSS versi 26.0. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan pendekatan STEAM.
Secara statistik, nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0,000, jauh di bawah ambang batas 0,05. Artinya, hipotesis penelitian diterima dan pendekatan STEAM terbukti memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Temuan ini memperkuat anggapan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu mampu mendorong siswa lebih aktif, analitis, dan kreatif dalam memahami materi. Pendekatan STEAM tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual, tetapi juga melatih siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis.
Dalam konteks pendidikan dasar, hasil penelitian ini menjadi penting sebagai rujukan bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran inovatif. Dengan penerapan STEAM, siswa tidak lagi sekadar menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses berpikir, bereksperimen, dan menemukan solusi.
Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi metode pembelajaran menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam membekali siswa menghadapi tantangan era informasi yang semakin kompleks.(ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

