Orientasi Kerja Terbukti Efektif Tingkatkan Komitmen Karyawan Baru di Alfamart Balaraja
21 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang,Juli–Penelitian terbaru dari Annisa Rizky Anggunani, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Magelang, menyoroti pentingnya program orientasi kerja dalam meningkatkan komitmen organisasi karyawan baru. Studi ini dilakukan di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Branch Balaraja, salah satu wilayah operasional besar dengan ribuan gerai yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.

Dalam penelitiannya, Annisa mengangkat tema efektivitas orientasi kerja sebagai intervensi psikologis untuk mengatasi rendahnya komitmen organisasi, khususnya pada karyawan baru. Masalah ini dinilai krusial karena berdampak langsung pada produktivitas, loyalitas, serta stabilitas operasional perusahaan. Berdasarkan temuan awal di lapangan, masih ditemukan berbagai indikator rendahnya komitmen, seperti pelanggaran aturan kerja, keterlambatan, hingga rendahnya kesediaan mengikuti kebijakan perusahaan.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji apakah program orientasi kerja mampu meningkatkan komitmen organisasi karyawan baru secara signifikan. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest terhadap 35 karyawan baru. Pengukuran dilakukan menggunakan skala psikologis komitmen organisasi sebelum dan sesudah pelatihan orientasi kerja, kemudian dianalisis dengan uji statistik paired sample t-test menggunakan software SPSS.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat komitmen organisasi setelah karyawan mengikuti program orientasi kerja. Nilai signifikansi yang diperoleh (p < 0,05) membuktikan bahwa terdapat perbedaan nyata antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Dengan kata lain, orientasi kerja terbukti efektif dalam membangun keterikatan emosional, kesadaran, serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Lebih jauh, penelitian ini menegaskan bahwa orientasi kerja bukan sekadar proses pengenalan lingkungan kerja, melainkan strategi penting dalam membentuk sikap, pemahaman, dan perilaku karyawan sejak awal bergabung. Program ini membantu karyawan memahami nilai, budaya, serta ekspektasi perusahaan, sehingga mampu meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi.

Temuan ini sekaligus memperkuat berbagai studi sebelumnya yang menyatakan bahwa orientasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Namun, penelitian Annisa memberikan kontribusi lebih dengan pendekatan eksperimen, sehingga mampu membuktikan hubungan sebab-akibat secara lebih kuat.

Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi perusahaan, khususnya di sektor ritel, untuk mengoptimalkan program orientasi kerja sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia. Dengan implementasi yang tepat, orientasi kerja tidak hanya mempercepat adaptasi karyawan baru, tetapi juga menjadi kunci dalam meningkatkan loyalitas dan kinerja jangka panjang.

Dengan demikian, orientasi kerja tidak lagi dipandang sebagai formalitas awal, melainkan investasi strategis perusahaan dalam membangun komitmen dan kualitas karyawan sejak hari pertama bekerja. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance