Magelang,Juli–Upaya memadukan nilai-nilai keagamaan dengan praktik manajemen modern menjadi sorotan dalam penelitian yang dilakukan oleh Judi Antono, mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Magelang. Melalui tesis berjudul “Manajemen Operasional dengan Pendekatan Religius pada Komunitas Resik Resik Masjid di Kabupaten Wonosobo”, peneliti mengangkat model pengelolaan komunitas berbasis spiritual sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Penelitian ini berfokus pada bagaimana prinsip-prinsip manajemen operasional—seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan—diintegrasikan dengan nilai-nilai religius Islam dalam aktivitas komunitas Resik Resik Masjid (RRM) di Wonosobo. Tema ini dinilai relevan di tengah meningkatnya peran komunitas berbasis keagamaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan menggunakan metode kualitatif, Judi Antono mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi. Subjek penelitian meliputi ketua, pengurus, dan anggota komunitas. Analisis dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai pola manajemen yang diterapkan.
Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana pendekatan religius mampu memperkuat sistem manajemen operasional dalam sebuah komunitas. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memberikan kontribusi praktis dan teoritis terhadap pengembangan manajemen berbasis nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam konteks organisasi sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai religius dengan manajemen operasional menjadi keunggulan utama dalam proses pemecahan masalah di dalam komunitas. Nilai seperti keikhlasan, kebersamaan, dan tanggung jawab spiritual terbukti mampu memperkuat budaya organisasi, sekaligus meningkatkan efektivitas kerja anggota komunitas.
Lebih jauh, pendekatan ini memberikan perspektif baru dalam memahami hubungan antara manajemen modern dan nilai-nilai tradisional berbasis agama. Peneliti menemukan bahwa penguatan budaya organisasi melalui nilai religius tidak hanya berdampak pada keberhasilan operasional, tetapi juga menciptakan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam kegiatan komunitas.
Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi komunitas serupa dalam mengelola kegiatan operasional secara lebih efektif dan berkelanjutan. Di sisi lain, penelitian ini juga memperkaya literatur manajemen dengan pendekatan berbasis nilai, yang selama ini masih relatif terbatas dalam kajian akademik.
Secara keseluruhan, penelitian Judi Antono menegaskan bahwa sinergi antara prinsip manajemen modern dan nilai-nilai religius bukan hanya memungkinkan, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam membangun organisasi komunitas yang kuat, adaptif, dan berdaya guna di tengah masyarakat. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

