Magelang,Juli–Kinerja guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik dan profesional semata. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Titi Fibrilianthi Carolina dari Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Magelang mengungkap bahwa aspek spiritualitas, religiusitas, dan resiliensi memiliki pengaruh signifikan terhadap performa tenaga pendidik.
Dalam tesis berjudul “Pengaruh Spiritualitas, Religiusitas, dan Resiliensi terhadap Kinerja Guru pada Yayasan Tarbiyatul Mukmin Pabelan”, Titi menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap kinerja guru di lingkungan pendidikan berbasis Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sebanyak 103 guru yang dipilih secara acak dari total 140 populasi di tiga unit sekolah—SMPIT, SMAIT, dan SMKIT Ihsanul Fikri—dilibatkan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis digital dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun melalui variabel resiliensi. Kontribusi gabungan spiritualitas dan resiliensi terhadap kinerja guru tercatat sebesar 45,5 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Lebih lanjut, religiusitas juga terbukti memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap kinerja guru. Secara simultan dengan resiliensi, variabel ini menyumbang pengaruh sebesar 53,4 persen terhadap peningkatan kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa dimensi keagamaan yang lebih mendalam mampu memperkuat ketahanan mental guru dalam menghadapi tantangan profesional.
Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi berperan sebagai jembatan penting yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dan religius dengan performa kerja. Guru yang memiliki tingkat resiliensi tinggi cenderung lebih adaptif, tangguh, dan mampu mempertahankan kualitas kinerja meskipun berada dalam tekanan.
Dengan demikian, studi ini memberikan implikasi penting bagi pengelola lembaga pendidikan, khususnya sekolah berbasis keagamaan. Penguatan nilai spiritual dan religius, yang diiringi dengan pembinaan resiliensi, dinilai dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Temuan ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan karakter dan mentalitas guru merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

