Magelang, Juli–Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hidayatul Choiriyah, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap bahwa terapi musik klasik memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani operasi sectio caesarea (SC). Penelitian ini dikemas dalam bentuk literature review dan menyoroti pendekatan non-farmakologis yang dinilai efektif serta mudah diterapkan di layanan kesehatan.
Dalam karya ilmiahnya yang berjudul “Pengaruh Terapi Musik Klasik terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Sectio Caesarea”, Choiriyah menyoroti bahwa kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis paling umum yang dialami pasien sebelum menjalani operasi. Kondisi ini muncul akibat ketakutan terhadap prosedur bedah, anestesi, hingga potensi risiko yang mungkin terjadi selama persalinan.
Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana terapi musik klasik dapat membantu mereduksi kecemasan pasien sebelum operasi. Metode yang digunakan adalah studi literature review dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah yang relevan, khususnya publikasi berbahasa Indonesia dalam rentang tahun 2019 hingga 2023. Sebanyak empat artikel terpilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang konsisten. Keempat studi yang dianalisis sama-sama mengindikasikan bahwa terapi musik klasik mampu memberikan efek relaksasi pada pasien. Meskipun masing-masing penelitian menggunakan metode dan jumlah sampel yang berbeda, hasil akhirnya tetap serupa—terjadi penurunan tingkat kecemasan dari kategori sedang atau berat menjadi kecemasan ringan.
Efektivitas terapi musik klasik ini tidak lepas dari kemampuannya dalam memengaruhi kondisi psikologis dan fisiologis seseorang. Alunan musik yang lembut dinilai mampu menenangkan pikiran, mengurangi ketegangan, serta membantu pasien menghadapi prosedur operasi dengan kondisi mental yang lebih stabil.
Dalam kesimpulannya, Choiriyah menegaskan bahwa terapi musik klasik dapat dijadikan sebagai intervensi pendukung dalam penanganan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea. Pendekatan ini dinilai tidak hanya aman, tetapi juga ekonomis dan mudah diimplementasikan oleh tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan.
Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan layanan kesehatan yang lebih humanis, dengan mengintegrasikan terapi sederhana namun berdampak besar terhadap kenyamanan pasien. Di tengah meningkatnya angka persalinan melalui operasi caesar, inovasi seperti terapi musik klasik menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan dalam praktik keperawatan modern. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

