Magelang, Juli–Inovasi teknologi kesehatan kembali menunjukkan perannya dalam dunia medis. Penelitian yang dilakukan oleh Indah Saputri Dewi, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap bahwa penggunaan Virtual Reality (VR) efektif sebagai metode nonfarmakologi dalam mengurangi nyeri pada pasien luka bakar.
Dalam karya ilmiah berjudul “Manajemen Nyeri dengan Virtual Reality (VR) pada Pasien Luka Bakar: Literature Review”, Indah menyoroti persoalan klasik yang kerap dialami pasien luka bakar, yakni rasa nyeri hebat terutama saat proses perawatan seperti pergantian balutan. Luka bakar sendiri diketahui sebagai cedera jaringan yang disebabkan oleh panas, listrik, radiasi, gesekan, atau bahan kimia, yang sering memicu ketidaknyamanan fisik maupun emosional.
Penelitian ini mengangkat tema pemanfaatan teknologi VR sebagai teknik distraksi dalam manajemen nyeri. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui karakteristik serta efektivitas penggunaan VR dalam mengurangi rasa sakit pada pasien luka bakar dari berbagai kelompok usia.
Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PRISMA, melalui penelusuran sejumlah basis data ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2015 hingga 2023. Dari hasil seleksi ketat, sebanyak 10 artikel ilmiah dijadikan bahan analisis dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Virtual Reality terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dan ketidaknyamanan pasien, khususnya saat prosedur perawatan luka seperti pergantian balutan. Teknologi ini bekerja dengan mengalihkan perhatian pasien ke dunia virtual tiga dimensi yang interaktif, dilengkapi dengan elemen suara dan visual yang imersif.
Menariknya, efektivitas VR tidak terbatas pada kelompok usia tertentu. Penelitian ini menemukan bahwa metode tersebut dapat diterapkan secara luas, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa dengan luka bakar derajat ringan hingga sedang.
Temuan ini memperkuat posisi terapi nonfarmakologi sebagai alternatif pendamping dalam penanganan nyeri, sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi digital dalam praktik keperawatan modern. Dengan pendekatan yang relatif aman dan minim efek samping, Virtual Reality dinilai mampu menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien luka bakar.
Secara keseluruhan, penelitian Indah Saputri Dewi menegaskan bahwa integrasi teknologi VR dalam dunia kesehatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang semakin relevan di tengah tuntutan pelayanan medis yang lebih humanis dan efektif. (ed. adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

