Model Role Playing Terbukti Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jawa Siswa SD
27 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menggunakan Bahasa Jawa, khususnya ragam krama, masih menjadi tantangan di berbagai sekolah. Di tengah semakin dominannya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran yang mampu menghidupkan kembali minat siswa terhadap bahasa daerah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Persoalan tersebut mendorong Fandy Febriyanto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian bertajuk “Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa” pada siswa kelas IV SD Negeri Ketawang 1, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Penelitian ini berfokus pada efektivitas model pembelajaran Role Playing atau bermain peran dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Jawa. Tujuan utamanya adalah mengetahui apakah metode tersebut mampu membantu siswa lebih percaya diri menggunakan Bahasa Jawa ragam krama sesuai kaidah unggah-ungguh dalam komunikasi sehari-hari.

Fandy menggunakan metode pre-experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest terhadap 25 siswa kelas IV. Sebelum pembelajaran berlangsung, siswa mengikuti pretest untuk mengukur kemampuan awal. Selanjutnya, mereka mengikuti tiga kali pembelajaran menggunakan model Role Playing, yakni belajar melalui simulasi dan bermain peran dalam berbagai situasi komunikasi berbahasa Jawa. Setelah seluruh rangkaian selesai, kemampuan siswa kembali diukur melalui posttest.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup mencolok. Nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa meningkat dari 57,00 pada pretest menjadi 75,75 pada posttest. Jumlah siswa yang berada pada kategori “sangat baik” juga melonjak dari hanya 1 orang menjadi 11 orang setelah penerapan model pembelajaran tersebut. Sebaliknya, kategori kemampuan rendah mengalami penurunan signifikan.
Analisis statistik melalui Wilcoxon Test memperkuat temuan tersebut. Penelitian memperoleh nilai signifikansi 0,000, lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan model Role Playing. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima dan model pembelajaran ini terbukti memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan berbicara Bahasa Jawa siswa kelas IV SD Negeri Ketawang 1.
Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif melalui bermain peran tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik, tetapi juga efektif melatih keberanian berbicara, ketepatan penggunaan kosakata krama, intonasi, hingga kemampuan berkomunikasi secara santun. Penelitian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa inovasi metode pembelajaran dapat menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Jawa sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus memperkuat karakter peserta didik di sekolah dasar.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance