Beban Kerja Perawat Berpengaruh pada Discharge Planning, Studi di RSUD Merah Putih Magelang Ungkap Temuan Penting
28 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Tingginya beban kerja perawat tidak hanya memengaruhi kualitas pelayanan di ruang rawat inap, tetapi juga berdampak pada pelaksanaan discharge planning atau perencanaan kepulangan pasien. Temuan tersebut menjadi hasil utama penelitian yang dilakukan Aniska Handayani, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, dalam skripsinya berjudul Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Pelaksanaan Discharge Planning di Ruang Rawat Inap RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.

Penelitian ini mengangkat tema hubungan antara beban kerja perawat dengan kualitas pelaksanaan discharge planning, yakni proses yang memastikan pasien memperoleh edukasi, informasi, dan rencana perawatan lanjutan sebelum meninggalkan rumah sakit. Menurut peneliti, pelaksanaan discharge planning yang optimal menjadi bagian penting dari pelayanan keperawatan karena berperan dalam mencegah kekambuhan, mengurangi angka rawat ulang, sekaligus meningkatkan pemahaman pasien mengenai perawatan setelah pulang.

Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi di RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang yang menunjukkan tingginya tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR) serta jumlah tenaga perawat yang belum memenuhi standar kebutuhan. Situasi tersebut menyebabkan sebagian perawat mengaku kesulitan menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan discharge planning secara menyeluruh. Bahkan, dalam praktiknya, edukasi kepada pasien kerap baru dilakukan menjelang pasien diperbolehkan pulang.

Untuk menguji hubungan kedua variabel tersebut, Aniska menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi cross sectional. Penelitian melibatkan 74 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling, sementara analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan discharge planning. Analisis statistik menghasilkan ρ-value sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,479, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang. Artinya, semakin ringan beban kerja yang ditanggung perawat, semakin baik pula pelaksanaan discharge planning. Sebaliknya, ketika beban kerja meningkat, kualitas pelaksanaan perencanaan kepulangan pasien cenderung menurun.

Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar manajemen rumah sakit melakukan pengaturan beban kerja perawat secara lebih proporsional. Langkah ini dinilai penting agar perawat memiliki waktu yang memadai untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan informasi kepada pasien sebelum pulang, sehingga mutu pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan dan risiko pasien kembali menjalani perawatan dapat ditekan.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance