MAGELANG, Juli — Tantangan geografis dan keterbatasan personel kerap menjadi batu sandungan bagi pelayanan sektor pertanian di tingkat daerah. Di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, sebanyak 15.810 petani yang tersebar di 20 desa selama ini harus menempuh perjalanan hingga 35 menit hanya untuk berkonsultasi atau melaporkan keluhan pertanian ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kondisi ini kian pelik mengingat BPP Windusari hanya diperkuat oleh 8 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Melihat hambatan teknis tersebut, Adi Hermawan, peneliti sekaligus mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, menginisiasi sebuah inovasi teknologi. Mengangkat tema penelitian mengenai Pengembangan Sistem Layanan Pengaduan Masyarakat Berbasis Web, Adi merancang platform digital bernama WARUNGKOPI (Wadah Aduan dan Ruang Konsultasi Online Pertanian).
Tujuan utama penelitian ini adalah menghadirkan sistem informasi pengaduan yang efisien, transparan, dan mudah diakses kapan saja tanpa terbatas jarak. Inovasi ini ditujukan untuk memangkas jeda komunikasi antara petani lokal dan petugas penyuluh, sekaligus merangsang partisipasi petani muda milenial yang selama ini enggan memanfaatkan saluran pengaduan konvensional secara tatap muka.
Sistem dikembangkan dengan metode Extreme Programming (XP) berbasis framework Laravel dan database MySQL. Platform digital ini dirancang dengan antarmuka yang responsif sehingga nyaman diakses baik melalui perangkat seluler maupun komputer.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian teknis (Blackbox Testing), sistem web WARUNGKOPI terbukti berjalan valid dan bebas dari kendala sistem (bug). Platform ini menawarkan fitur utama yang saling terintegrasi:
-
Formulir Aduan Interaktif & Fitur Histori Public: Petani dapat mengunggah keluhan lengkap dengan detail lokasi, deskripsi, hingga foto bukti lapangan. Menariknya, sistem ini dilengkapi fitur histori aduan publik. Petani lain yang mengalami masalah serupa—seperti serangan hama wereng atau persoalan pupuk—dapat langsung membaca solusi yang telah diberikan penyuluh tanpa perlu mengajukan pertanyaan ulang.
-
Monitoring Status Real-Time: Pengadu dapat memantau status tindak lanjut aduan mereka secara terbuka, mulai dari status Pending (menunggu), Proses (dalam penanganan/pengecekan lapangan), hingga Selesai.
-
Dashboard Analitis untuk BPP: Bagi petugas BPP dan Koordinator, sistem menyediakan visualisasi grafik tren aduan per kategori. Fitur ini memudahkan penyuluh memetakan persebaran wabah hama atau krisis pasokan pertanian secara presisi. Selain itu, data rekapan pengaduan dapat diekspor langsung ke format dokumen PDF untuk kebutuhan pelaporan berkala.
Kehadiran sistem layanan berbasis web ini membawa angin segar bagi modernisasi tata kelola pertanian di Kecamatan Windusari. Selain meratakan arus informasi hingga ke pelosok desa, sistem ini terbukti mampu mengoptimalkan kinerja personel PPL yang terbatas dalam melayani ribuan petani secara efektif.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

