Menembus Keterbatasan: Strategi Sentuhan Hati dan Pembiasaan PAI bagi Siswa Tunagrahita di SLB-C YPPALB Magelang
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada anak berkebutuhan khusus tentu membutuhkan pendekatan yang tak biasa. Keterbatasan intelektual dan hambatan komunikasi pada anak tunagrahita sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam proses belajar mengajar. Namun, sebuah riset mendalam yang dilakukan oleh ‘Azmi Hapsari Masyita Prameswari, peneliti dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, memaparkan bagaimana pendekatan khusus mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan agama anak tunagrahita.

Penelitian ini mengangkat tema besar mengenai strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa tunagrahita. Berfokus pada tingkatan sekolah dasar di SLB-C YPPALB Magelang, kajian ilmiah ini membedah secara menyeluruh bagaimana perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir dari proses pembelajaran agama disesuaikan dengan kondisi fisik dan mental para siswa.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap secara eksplisit bagaimana para pendidik merancang dan mengeksekusi strategi pembelajaran PAI yang tepat bagi anak tunagrahita. Peneliti berupaya memotret realitas kelas, mulai dari penyusunan modul hingga penerapan metode mengajar di lapangan, guna melihat seberapa efektif strategi tersebut dalam membentuk karakter serta pengetahuan spiritual anak-anak berpotensi khusus ini.

Dalam kajiannya, ‘Azmi menemukan bahwa perencanaan pembelajaran di SLB-C YPPALB Magelang tetap berpegang teguh pada standar Kurikulum Merdeka. Guru PAI, Margo Slamet, mengawalinya dengan menyusun perangkat pembelajaran lengkap seperti Program Tahunan, Program Semester, Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, hingga Modul Ajar. Kendati demikian, penerapannya di dalam kelas sangat dinamis dan fleksibel. Guru tidak bisa memaksakan target akademik layaknya sekolah reguler, melainkan harus menganalisis kemampuan awal dan mengikuti ritme berpikir masing-masing anak.

Pada tahap pelaksanaan, strategi yang terbukti paling manjur adalah kombinasi strategi ekspositori yang dipadukan dengan metode ceramah berulang, pembiasaan rutin, serta pendekatan personal berbasis kasih sayang. Pembelajaran dibuka dengan sapaan hangat, doa bersama, dan motivasi ringan. Selanjutnya, guru menyampaikan materi inti secara bertahap menggunakan bahasa sehari-hari yang sederhana dan diselingi gurauan agar suasana tetap menyenangkan. Pengulangan penjelasan hingga beberapa kali menjadi kunci utama agar materi dapat tersimpan dalam ingatan siswa.

Pendekatan dari hati ke hati dan pemberian apresiasi, baik berupa pujian verbal maupun gesture seperti acungan jempol, terbukti meningkatkan rasa percaya diri anak. Pembelajaran juga diperkuat dengan kegiatan pembiasaan harian, seperti melafalkan Asmaul Husna dan surah-surah pendek setiap pagi sebelum masuk kelas, serta budaya bersalaman dan sapa santun.

Hasil penelitian menunjukkan capaian yang sangat positif dan menyentuh. Meski memiliki rentang IQ di bawah rata-rata, para siswa tunagrahita di SLB-C YPPALB Magelang berhasil menunjukkan kemajuan signifikan. Mereka mampu mengenal huruf hijaiyah melalui media titik-titik (pola tebal), menghafal beberapa surah pendek serta Asmaul Husna, dan mempraktikkan gerakan salat dengan baik. Tak kalah penting, bimbingan PAI yang konsisten ini terbukti membantu para siswa menjadi lebih tenang dan lebih mampu mengontrol emosi mereka.

Secara keseluruhan, riset ini menegaskan bahwa pendidikan agama bagi anak tunagrahita bukan sekadar mentransfer teori akademik, melainkan menanamkan pembiasaan hidup dan kemandirian perilaku. Melalui kesabaran, strategi pengulangan, dan ketulusan kasih sayang guru, keterbatasan intelektual bukan lagi halangan bagi anak-anak untuk mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance