Mengukur Peluang Hidup Korban Cedera Kepala: Peneliti Ungkap Efektivitas Revised Trauma Score di IGD
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Kecepatan dan ketepatan evaluasi medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi penentu utama keselamatan pasien trauma kepala akibat kecelakaan maupun benturan keras. Berangkat dari urgensi tersebut, peneliti dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Joko Purwanto, melakukan kajian ilmiah mendalam mengenai efektivitas penggunaan Revised Trauma Score (RTS) dalam memprediksi tingkat mortalitas pasien cedera kepala.

Riset yang disusun melalui studi kepustakaan ini bertujuan untuk menguji seberapa akurat instrumen penilaian fisiologis tersebut dalam memetakan risiko kematian secara cepat di ruang gawat darurat. Dalam kajiannya, peneliti menganalisis berbagai hasil riset kredibel untuk menilai sejauh mana parameter klinis saat pasien tiba dapat mengindikasikan peluang kelangsungan hidup korban.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa Revised Trauma Score terbukti sangat efektif dan konsisten sebagai alat prediktor mortalitas pada kasus trauma kepala. Berdasarkan sintesis data dari artikel-artikel yang diteliti, terdapat korelasi statistik yang sangat kuat antara nilai RTS dan tingkat kematian pasien. Pasien yang masuk ke IGD dengan skor RTS kategori rendah, khususnya di bawah angka enam, tercatat memiliki risiko mortalitas yang jauh lebih tinggi.

Keunggulan metode ini terletak pada kemampuannya mengukur kondisi fisiologis pasien melalui tiga indikator utama, yakni tingkat kesadaran, tekanan darah sistolik, dan frekuensi pernapasan. Penggabungan indikator vital tersebut memungkinkan petugas medis melakukan penilaian secara obyektif dalam waktu singkat tanpa mengulur menit-menit krusial penanganan. Penilaian RTS juga efektif menekan risiko under-triage, yaitu kekeliruan menilai kondisi pasien lebih ringan dari tingkat kegawatan yang sebenarnya.

Joko Purwanto menekankan bahwa penerapan sistem skoring ini memberikan pijakan objektif bagi tenaga medis dan perawat untuk mengambil keputusan dengan cermat. Dengan mengetahui gambaran prognosis sejak dini, tim IGD dapat segera memberikan tindakan penanganan darurat yang tepat serta mengalokasikan ruang perawatan intensif bagi pasien berisiko tinggi. Hasil riset ini merekomendasikan penerapkan RTS sebagai standar prosedur triase di rumah sakit demi menurunkan angka kematian akibat cedera kepala.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance