Mengurai Misteri Motivasi Belajar Siswa SMK Negeri 1 Magelang: Antara Beban Metode Pengajaran dan Distraksi Digital
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Penurunan performa belajar di kalangan pelajar sekolah kejuruan kembali menjadi sorotan akademisi. Berdasarkan studi empiris yang dilakukan oleh Dwiki Nardian Putra, peneliti dari Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Magelang, terungkap bahwa dinamika motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Magelang sangat dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal.

Penelitian karya Dwiki Nardian Putra yang dirilis pada awal tahun 2024 ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara mendalam faktor-faktor penghambat sekaligus pemicu bangkitnya semangat belajar siswa. Fokus studi ini dirancang untuk memetakan akar masalah mendasar yang memicu penurunan motivasi akademis, sekaligus merumuskan langkah penanganan yang konkret bagi pihak sekolah dan para pengajar.

Dalam pengumpulan datanya, Dwiki menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkannya sepuluh siswa, enam guru, serta dua orang tua murid melalui teknik wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD).

Hasil penelitian membeberkan bahwa faktor utama yang paling dominan menekan motivasi belajar para pelajar adalah metode pengajaran guru yang cenderung kaku, monoton, dan membosankan. Metode ceramah tanpa variasi membuat siswa cepat merasa jenuh di dalam kelas. Jenuh dengan kondisi tersebut, para pelajar kerap mengalihkan perhatian mereka pada gawai pintar dan media sosial. Kecanduan media sosial serta gim daring terbukti menyita waktu belajar mandiri anak di rumah, yang pada akhirnya berdampak langsung pada merosotnya nilai-nilai akademik mereka di bawah KKM.

Selain itu, tekanan dari pergaulan teman sebaya yang negatif, kebiasaan membolos, isu perundungan (bullying), hingga latar belakang kondisi keluarga yang kurang harmonis (broken home) turut menjadi tembok penghambat mental yang cukup berat bagi peserta didik.

Namun, di balik jajaran hambatan tersebut, riset Dwiki Nardian Putra juga menemukan sejumlah faktor kunci yang mampu membangkitkan kembali gairah belajar siswa. Penggunaan selingan hiburan atau ice breaking di tengah jam pelajaran terbukti sangat ampuh mengembalikan fokus dan keceriaan siswa. Apresiasi sekecil apa pun dari guru terhadap usaha murid, pendekatan personal yang ramah, pemberian nilai yang objektif, serta pemaparan mata pelajaran yang disukai juga menjadi amunisi efektif untuk mendongkrak kembali semangat juang para pelajar.

Temuan ini membawa pesan kuat bagi dunia pendidikan, khususnya para pendidik. Guru dituntut untuk lebih kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mau mengubah gaya komunikasi agar menciptakan ruang kelas yang interaktif dan humanis. Di sisi lain, peran aktif serta perhatian orang tua di rumah dalam membatasi penggunaan gawai dan memberikan ruang tanggung jawab yang positif dinilai sangat vital guna memelihara motivasi belajar anak secara berkelanjutan.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance