Supervisi Kepala Ruang Terbukti Tingkatkan Kepatuhan Perawat IGD dalam Identifikasi Pasien
31 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang, Juli  – Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. Salah satu langkah paling mendasar untuk mencegah kesalahan medis adalah memastikan identitas pasien sebelum tindakan dilakukan. Berangkat dari persoalan tersebut, Susilo Rahadiyanto, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian mengenai pengaruh supervisi kepala ruang terhadap kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Temanggung.

Penelitian yang diselesaikan pada tahun 2024 ini mengangkat tema peningkatan keselamatan pasien melalui supervisi keperawatan. Fokus utamanya adalah mengetahui apakah supervisi yang dilakukan kepala ruang mampu meningkatkan kepatuhan perawat IGD dalam melaksanakan identifikasi pasien secara benar sebelum memberikan tindakan medis.

Topik ini dipilih karena identifikasi pasien masih menjadi salah satu tantangan dalam penerapan patient safety di rumah sakit. Berdasarkan data RSUD Kabupaten Temanggung, masih ditemukan sejumlah insiden keselamatan pasien yang berkaitan dengan kesalahan identifikasi. Hasil observasi awal peneliti juga menunjukkan bahwa masih terdapat perawat yang belum secara konsisten melakukan identifikasi pasien sesuai standar operasional prosedur sebelum melakukan tindakan.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test. Sebanyak 25 perawat IGD dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Para responden memperoleh supervisi dari kepala ruang, kemudian tingkat kepatuhan mereka dibandingkan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan setelah pelaksanaan supervisi. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan bahwa supervisi kepala ruang memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kepatuhan perawat dalam melakukan identifikasi pasien sebelum tindakan medis diberikan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa supervisi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pendampingan, dan penguatan budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit. Melalui supervisi yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, perawat menjadi lebih disiplin dalam menerapkan prosedur identifikasi pasien sesuai standar yang berlaku.

Menurut Susilo Rahadiyanto, peningkatan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien merupakan langkah penting untuk menekan risiko kesalahan tindakan medis, pemberian obat yang keliru, hingga berbagai insiden keselamatan pasien lainnya. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan seiring dengan semakin kuatnya budaya patient safety di rumah sakit.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi rumah sakit dalam mengembangkan sistem supervisi keperawatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit untuk memperkuat implementasi sasaran keselamatan pasien, khususnya pada proses identifikasi pasien sebelum tindakan medis dilakukan.

Melalui penelitian ini, Susilo Rahadiyanto menegaskan bahwa keberhasilan program keselamatan pasien tidak hanya bergantung pada ketersediaan standar operasional prosedur, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan di lapangan yang didukung oleh kepemimpinan dan supervisi yang efektif. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan yang baik dapat menjadi salah satu kunci dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance