Fanatisme Fandom Love Live! di Yogyakarta: Ungkap Loyalitas Penggemar hingga Membentuk Gaya Hidup
31 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Fanatisme terhadap budaya populer Jepang tidak lagi sekadar menjadi hobi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup sebagian penggemarnya. Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian Dimas Akbar Ramadhan, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), melalui skripsi berjudul Fanatisme Fandom Love Live! Series dalam Komunitas Love Live! Nakama Jogjakarta. Penelitian ini mengkaji bagaimana bentuk fanatisme yang tumbuh di kalangan anggota komunitas penggemar anime Love Live! Series di Yogyakarta.

Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan paradigma konstruktivistik, Dimas melakukan wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas ketua, pengurus, dan anggota aktif komunitas Love Live! Nakama Jogjakarta (LLNJ). Penelitian ini bertujuan menggambarkan bentuk-bentuk fanatisme yang muncul dalam kehidupan komunitas, sekaligus memahami bagaimana komunikasi antarpenggemar membangun keterikatan sosial di dalamnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fanatisme anggota LLNJ tidak hanya terlihat dari kegemaran menonton anime, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang memperkuat identitas sebagai penggemar. Anggota komunitas secara rutin mengikuti perkembangan Love Live! Series, menghadiri atau menggelar nonton bareng konser, mengoleksi merchandise resmi, aktif berdiskusi di media sosial, hingga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan komunitas di sejumlah acara bertema budaya Jepang. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperluas jejaring penggemar.

Penelitian ini juga menemukan bahwa loyalitas terhadap Love Live! tidak berhenti pada aspek hiburan. Bagi sebagian anggota, ketertarikan terhadap karakter maupun pengisi suara berkembang menjadi keterikatan emosional yang mendorong mereka meluangkan waktu, tenaga, bahkan biaya untuk mendukung idolanya. Keinginan memiliki merchandise resmi, mengikuti konser secara daring maupun langsung di Jepang, hingga berbagai bentuk ekspresi di media sosial menjadi gambaran nyata dari keterlibatan tersebut.

Meski demikian, penelitian menegaskan bahwa fanatisme dalam komunitas LLNJ lebih banyak diwujudkan melalui interaksi sosial dan aktivitas kolektif daripada perilaku yang bersifat negatif. Komunikasi yang intens di dalam komunitas mampu membangun rasa memiliki, saling berbagi informasi, serta menciptakan solidaritas antarpenggemar yang memiliki minat serupa. Fenomena ini memperlihatkan bahwa fandom berfungsi sebagai ruang sosial yang mempertemukan individu dengan kesamaan hobi sekaligus menjadi wadah membangun hubungan interpersonal.

Melalui penelitian ini, Dimas Akbar Ramadhan menyimpulkan bahwa anggota Love Live! Nakama Jogjakarta dapat dikategorikan sebagai penggemar dengan tingkat fanatisme yang tinggi. Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam komunitas, intensitas interaksi, kebiasaan mengikuti seluruh perkembangan Love Live! Series, serta kesediaan menginvestasikan waktu dan biaya demi mendukung idolanya. Temuan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya populer Jepang mampu membentuk komunitas yang solid dan menciptakan pola gaya hidup baru di kalangan generasi muda.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance