MAGELANG, Juli – Menjelang operasi sectio caesarea (SC), banyak ibu hamil mengalami kecemasan akibat kekhawatiran terhadap prosedur pembedahan maupun kondisi bayi yang akan dilahirkan. Kondisi psikologis tersebut ternyata dapat diminimalkan melalui pendekatan spiritual berupa terapi doa.
Temuan tersebut disampaikan Ida Rini, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), melalui penelitian berjudul “Pengaruh Terapi Doa terhadap Kecemasan Pasien Pre Sectio Caesarea di Kamar Operasi: Literature Review.” Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai hasil penelitian sebelumnya mengenai efektivitas terapi doa dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi caesar.
Berbeda dengan penelitian lapangan, Ida Rini menggunakan metode literature review dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang relevan. Dari proses penyaringan sebanyak 2.200 publikasi, hanya lima jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Kelima penelitian tersebut diterbitkan pada periode 2019–2023 dan membahas intervensi spiritual berupa dzikir, murottal Al-Qur’an, maupun sholawat sebagai upaya mengurangi kecemasan pasien sebelum operasi sectio caesarea.
Hasil kajian menunjukkan pola yang konsisten. Meskipun menggunakan desain penelitian, jumlah responden, serta bentuk terapi doa yang berbeda, seluruh penelitian melaporkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pasien memperoleh terapi spiritual. Pada sebagian besar penelitian, tingkat kecemasan yang semula berada pada kategori sedang berubah menjadi kategori ringan setelah intervensi diberikan. Bahkan beberapa studi mencatat sebagian responden tidak lagi mengalami kecemasan menjelang tindakan operasi.
Menurut Ida Rini, kecemasan sebelum operasi tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang sepele. Selain memengaruhi kondisi psikologis pasien, kecemasan juga berpotensi meningkatkan tekanan darah, denyut jantung, hingga memengaruhi kesiapan pasien menjalani tindakan pembedahan. Oleh karena itu, kebutuhan spiritual dinilai menjadi bagian penting dalam pelayanan keperawatan yang bersifat holistik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi doa layak dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menenangkan pasien sebelum operasi sectio caesarea. Selain mudah diterapkan, terapi ini tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat disesuaikan dengan keyakinan masing-masing pasien sebagai bentuk dukungan psikologis maupun spiritual.
Melalui hasil kajian tersebut, Ida Rini berharap rumah sakit dan tenaga kesehatan dapat semakin mengintegrasikan layanan spiritual ke dalam pendampingan pasien praoperasi. Pendekatan yang memperhatikan aspek fisik, psikologis, dan spiritual diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan rasa tenang bagi pasien yang akan menjalani operasi.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

