Aftrino Ridlo Hidayat Teliti Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru MI Muhammadiyah Wonosobo
23 September 2025

adel

Magelang, 23 September 2025 – Peran kepala madrasah dalam dunia pendidikan tidak bisa dianggap remeh. Mereka bukan hanya administrator, tetapi pemimpin yang menentukan arah, visi, dan kualitas pembelajaran di sekolah. Pentingnya kepemimpinan inilah yang menjadi fokus penelitian Aftrino Ridlo Hidayat, mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui tesis berjudul “Strategi Manajerial Kepala Madrasah dalam Pengembangan Kinerja Guru pada MI Muhammadiyah di Kabupaten Wonosobo”.

Tema Penelitian

Tema utama penelitian ini adalah bagaimana strategi manajerial kepala madrasah berpengaruh terhadap pengembangan kinerja guru. Aftrino menyoroti bahwa mutu pendidikan di sekolah dasar Islam sering kali dipengaruhi langsung oleh gaya kepemimpinan kepala madrasah. Kepala madrasah yang mampu merancang strategi manajerial dengan baik akan menghasilkan guru yang profesional, sebaliknya kelemahan dalam kepemimpinan berdampak pada rendahnya kualitas pembelajaran.

Penelitian ini berfokus pada Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Kabupaten Wonosobo, yang dikenal aktif melakukan pembaruan dan inovasi dalam pendidikan Islam dasar.

Tujuan Penelitian

Dalam tesisnya, Aftrino Ridlo Hidayat merumuskan tiga tujuan utama penelitian:

  1. Mendeskripsikan strategi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI Muhammadiyah Kabupaten Wonosobo.
  2. Mengetahui bentuk-bentuk pengembangan profesionalitas guru yang dilakukan melalui strategi kepala madrasah.
  3. Menganalisis indikator keberhasilan strategi tersebut terhadap peningkatan mutu pembelajaran.

Tujuan ini dirancang agar penelitian tidak hanya memberi gambaran teoritis, tetapi juga solusi praktis bagi sekolah-sekolah Islam dasar.

Metodologi

Aftrino menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di empat MI Muhammadiyah: MI Muhammadiyah Beran, MI Muhammadiyah Kertek, MI Muhammadiyah Kalibeber, dan MI Muhammadiyah Leksono. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajerial kepala madrasah terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja guru. Beberapa temuan penting antara lain:

  • Perencanaan: Kepala madrasah menyusun program kerja yang jelas, seperti pelatihan guru, workshop kurikulum, dan kegiatan peningkatan kompetensi.

  • Pengorganisasian: Tugas guru diatur sesuai kompetensi, dengan pembagian kerja yang adil dan proporsional.

  • Pelaksanaan: Kepala madrasah memberikan teladan dalam disiplin, mendorong kreativitas guru, serta membangun budaya kerja kolaboratif.

  • Pengawasan: Evaluasi kinerja guru dilakukan secara rutin melalui supervisi kelas, laporan administrasi, dan penilaian hasil belajar siswa.

Selain itu, strategi kepala madrasah juga didukung oleh program unggulan madrasah, seperti tahfidz, kegiatan full day school, serta program pembinaan karakter islami. Dampaknya, kinerja guru meningkat, tercermin dari meningkatnya kualitas pembelajaran dan bertambahnya prestasi siswa baik akademik maupun non-akademik.

Aftrino juga menemukan bahwa kepemimpinan yang demokratis menciptakan suasana kerja harmonis. Guru merasa dihargai, diberdayakan, dan lebih bersemangat menjalankan tugas. Dukungan fasilitas sekolah serta keterlibatan stakeholder semakin memperkuat strategi tersebut.

Kesimpulan

Dalam simpulannya, Aftrino Ridlo Hidayat menegaskan bahwa strategi manajerial kepala madrasah adalah faktor kunci dalam pengembangan kinerja guru di MI Muhammadiyah Wonosobo. Kepala madrasah yang visioner, komunikatif, dan mampu memfasilitasi kebutuhan guru akan menghasilkan tenaga pendidik yang profesional.

Penelitian ini memberi implikasi penting. Secara praktis, hasilnya bisa menjadi rujukan bagi kepala madrasah lain dalam mengembangkan strategi manajerial yang efektif. Secara akademis, penelitian ini memperkaya khazanah studi manajemen pendidikan Islam, terutama dalam konteks pengembangan guru melalui kepemimpinan madrasah.

“Guru yang berkinerja baik lahir dari strategi kepemimpinan yang terarah. Kepala madrasah harus mampu menjadi penggerak utama, bukan hanya pengelola administratif,” tegas Aftrino dalam simpulannya. (ed: Adella)

sumber: repository UNIMMA