Analisis LCA Ungkap Inefisiensi Energi Pengolahan Kopi Ngropoh
20 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang, Juli–Pengolahan kopi di tingkat desa kembali menjadi sorotan. Penelitian yang dilakukan Denny Febri Alfian, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap persoalan mendasar dalam proses roasting dan grinding di unit usaha Kopi Ngropoh, Kranggan, Kabupaten Temanggung. Studi ini mengangkat tema Life Cycle Assessment (LCA) untuk peningkatan efisiensi proses produksi kopi, dengan fokus pada konsumsi energi, biaya operasional, dan dampak lingkungan.

Dalam penelitiannya, Denny menyoroti bahwa proses produksi kopi yang berjalan selama ini belum optimal, terutama dalam penggunaan mesin roasting dan grinding. Mesin dengan kapasitas 3 kg, misalnya, kerap digunakan untuk mengolah hanya 1–2 kg kopi. Praktik ini menyebabkan pemborosan energi listrik hingga hampir setengah dari kapasitas optimal. Selain itu, sistem penetapan harga jasa pengolahan yang masih seragam per kilogram dinilai belum mempertimbangkan efisiensi biaya dan penggunaan energi.

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi proses produksi saat ini, mengevaluasi dampak lingkungan melalui pendekatan LCA, serta menghitung biaya siklus hidup (Life Cycle Cost/LCC) guna menemukan strategi perbaikan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan penilaian menyeluruh, mulai dari penggunaan bahan baku, energi, hingga limbah yang dihasilkan dalam setiap tahapan produksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara kapasitas mesin dan volume produksi menjadi faktor utama inefisiensi. Konsumsi energi yang tidak optimal berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional dan emisi lingkungan. Proses roasting, sebagai tahap paling krusial, tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap penggunaan energi dan dampak lingkungan dibandingkan proses lainnya.

Melalui analisis LCA, ditemukan bahwa pengolahan kopi tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga limbah yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sementara itu, pendekatan LCC menunjukkan perlunya penyesuaian harga jasa berdasarkan kapasitas produksi agar lebih mencerminkan biaya riil dan meningkatkan keuntungan usaha.

Sebagai solusi, peneliti merekomendasikan optimalisasi penggunaan mesin sesuai kapasitas, penerapan strategi produksi yang lebih efisien, serta pemanfaatan limbah sebagai sumber nilai tambah. Selain itu, penyesuaian sistem tarif jasa pengolahan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan.

Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan metode LCA dan LCC tidak hanya relevan untuk industri besar, tetapi juga mampu memberikan dampak signifikan pada skala usaha desa. Dengan pengelolaan yang lebih efisien, pengolahan kopi Ngropoh berpotensi meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance