Bachrul Ulum Tawarkan Solusi Atasi Agresivitas Remaja Lewat Konseling Regulasi Emosi
2 September 2025

adel

Magelang, 2 September 2025 – Fenomena perilaku agresif di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Tawuran, bullying, hingga konflik verbal antarsiswa masih kerap menghiasi kehidupan sekolah. Hal inilah yang melatarbelakangi Bachrul Ulum, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian berjudul “Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Regulasi Emosi terhadap Penurunan Perilaku Agresif Siswa.”

Tema Penelitian

Dalam penelitiannya, Bachrul Ulum mengangkat tema tentang peran konseling kelompok berbasis regulasi emosi dalam menurunkan perilaku agresif siswa sekolah menengah. Tema ini dipilih karena relevan dengan kondisi nyata: banyak siswa kesulitan mengendalikan emosi, sehingga lebih memilih melampiaskannya melalui kata-kata kasar atau tindakan fisik yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, untuk menguji sejauh mana konseling kelompok dengan teknik regulasi emosi efektif menekan perilaku agresif siswa. Kedua, untuk mendeskripsikan perubahan sikap siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan konseling. Ketiga, untuk memberikan strategi praktis bagi guru Bimbingan Konseling (BK) dalam menangani siswa dengan tingkat agresivitas tinggi.

Dengan tujuan tersebut, Bachrul berharap hasil penelitiannya tidak hanya memperkaya literatur akademis, tetapi juga menjadi rujukan nyata bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah 65 siswa yang sebelumnya diseleksi berdasarkan tingkat agresivitasnya. Instrumen pengumpulan data berupa angket perilaku agresif yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil sangat baik (nilai Cronbach’s Alpha 0,919).

Pada tahap pre-test, mayoritas siswa menunjukkan tingkat agresivitas yang cukup tinggi, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun emosional. Mereka cenderung mudah tersulut amarah, menantang guru, atau terlibat konflik dengan teman sebaya.

Setelah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan teknik regulasi emosi, siswa kembali diukur melalui post-test. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan pada perilaku agresif. Analisis statistik membuktikan nilai t hitung lebih besar daripada t tabel, sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan kata lain, konseling kelompok dengan teknik regulasi emosi terbukti efektif menurunkan perilaku agresif siswa.

Lebih dari sekadar data angka, perubahan nyata terlihat dalam keseharian siswa. Mereka mulai mampu mengenali perasaan marah, memahami penyebab emosinya, serta memilih cara yang lebih sehat untuk menyalurkan amarah, misalnya dengan berbicara secara asertif daripada bertindak kasar. Guru juga melaporkan adanya perubahan suasana kelas yang lebih tenang setelah konseling dilakukan.

Kesimpulan

Dari penelitiannya, Bachrul Ulum menyimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik regulasi emosi adalah strategi tepat untuk menekan perilaku agresif di sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang sejalan dengan pendidikan akademik, karena kecerdasan emosional siswa sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual.

Bachrul merekomendasikan agar guru BK dan pihak sekolah menjadikan teknik regulasi emosi sebagai program rutin layanan konseling. Selain efektif meredam agresivitas, metode ini juga membekali siswa dengan keterampilan hidup yang penting: mengelola emosi dengan bijak.

“Regulasi emosi bukan berarti menekan perasaan, tetapi mengelola agar tidak meluap dalam bentuk perilaku agresif,” tegas Bachrul dalam laporan penelitiannya.

Hasil penelitian ini sekaligus memberi pesan kuat bagi dunia pendidikan bahwa mencegah agresivitas remaja bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi, bukan sekadar hukuman. Konseling kelompok dengan regulasi emosi membuka jalan bagi terciptanya sekolah yang lebih ramah, aman, dan nyaman bagi siswa. (ed: Adella)

sumber: repository UNIMMA