Magelang, 24 September 2025 – Bagaimana caranya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah? Pertanyaan inilah yang menggerakkan Dewi Sari Enggarwati, mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, untuk meneliti faktor-faktor penentu yang memengaruhi kinerja pegawai.
Dalam skripsinya berjudul “Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja, dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada BAPPEDA Kota Magelang dan DISKOMINSTA Kota Magelang)”, Dewi menggali lebih dalam bagaimana ketiga variabel utama tersebut berdampak pada kualitas kerja pegawai pemerintah daerah.
Tema Penelitian
Penelitian ini berfokus pada hubungan antara kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi dengan kinerja karyawan. Dewi berangkat dari fenomena nyata di Kota Magelang: masih adanya keluhan tentang pencairan tunjangan kinerja yang sering terlambat, rotasi pegawai yang kerap menuntut adaptasi baru, serta kebutuhan ASN akan lingkungan kerja yang lebih kondusif.
Kompensasi di sektor publik, seperti gaji pokok maupun tambahan penghasilan pegawai (TPP), diyakini bisa menjadi pendorong produktivitas bila dikelola secara adil. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan motivasi internal karyawan juga diyakini sebagai faktor krusial dalam menciptakan kinerja optimal.
Tujuan Penelitian
Menurut Dewi, penelitian ini bertujuan untuk:
- Menguji pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi secara simultan terhadap kinerja karyawan.
- Menganalisis pengaruh kompensasi secara parsial terhadap kinerja.
- Mengetahui pengaruh lingkungan kerja secara parsial terhadap kinerja.
- Mengukur pengaruh motivasi secara parsial terhadap kinerja karyawan.
Tujuan ini diharapkan memberi jawaban empiris yang dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi peningkatan kinerja ASN.
Metodologi
Dewi menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda berbantuan program SPSS. Populasi penelitian adalah 50 karyawan BAPPEDA dan DISKOMINSTA Kota Magelang, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh.
Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, sementara data sekunder didukung dari dokumen kepegawaian dan literatur terkait. Variabel independen yang diuji adalah kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi; sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan.
Hasil Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan. Artinya, ketiga faktor ini saling melengkapi dalam meningkatkan performa ASN di Kota Magelang.
Secara parsial, temuan penelitian menyebutkan:
-
Kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja. Pegawai yang menerima kompensasi tepat waktu dan adil cenderung bekerja lebih produktif.
-
Lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh positif signifikan. Ruang kerja yang nyaman, hubungan rekan kerja yang harmonis, dan fasilitas memadai membuat pegawai lebih bersemangat.
-
Motivasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja. ASN yang terdorong oleh kebutuhan berprestasi, pengakuan, serta peluang berkembang menunjukkan kinerja lebih baik dibanding yang motivasinya rendah.
Dengan kata lain, peningkatan kinerja ASN bukan hanya soal pemberian insentif, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan menumbuhkan motivasi dari dalam diri pegawai.
Kesimpulan
Dalam simpulannya, Dewi Sari Enggarwati menegaskan bahwa kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi merupakan tiga faktor kunci yang berkontribusi nyata terhadap kinerja karyawan di BAPPEDA dan DISKOMINSTA Kota Magelang. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik perlu memperhatikan keseimbangan ketiga aspek tersebut.
Bagi praktisi dan pengambil kebijakan, hasil penelitian ini bisa dijadikan rujukan untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat. Misalnya, memastikan pencairan tunjangan kinerja tepat waktu, meningkatkan fasilitas dan kenyamanan ruang kerja, serta menciptakan program motivasi yang mampu membangkitkan semangat ASN.
“Kinerja karyawan tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari kombinasi penghargaan yang layak, lingkungan yang mendukung, dan motivasi yang terus dibangun,” tulis Dewi dalam simpulan penelitiannya. (ed: Adella)
sumber: repository UNIMMA

