Digitalisasi PAMSIMAS di Desa Dlimas,Inovasi Sayogyo Pangestu Hadirkan Aplikasi Android untuk Monitoring dan Pencatat Meteran Air
1 September 2025

fatika

Magelang, 1 September 2025 – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan akses air bersih dan sanitasi melalui program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), masih banyak tantangan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya terjadi di Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, di mana pencatatan dan pengolahan data pelanggan masih dilakukan secara konvensional dengan bantuan Microsoft Excel. Proses manual ini seringkali memakan waktu, rawan kesalahan, dan tidak efisien.

Melihat persoalan tersebut, seorang peneliti muda dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Sayogyo Pangestu, merancang sebuah solusi berbasis teknologi. Ia mengembangkan aplikasi monitoring dan pencatat meteran PAMSIMAS berbasis Android, dengan memanfaatkan QR code dan layanan Firebase agar sistem mampu bekerja secara realtime, cepat, serta akurat.

Penelitian ini menggunakan metode prototyping, yang melibatkan pengguna secara langsung dalam proses perancangan sistem. Pendekatan ini dipilih agar aplikasi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan pengelola dan pelanggan. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung tiga peran utama: petugas lapangan, admin pengelola, dan pelanggan.

Dari sisi petugas, aplikasi memungkinkan pencatatan meteran dilakukan dengan cara memindai QR code pada meteran pelanggan, kemudian mengunggah foto meteran ke sistem. Admin kemudian menginput nomor stand meter dan sistem otomatis menghitung pemakaian serta tagihan bulanan. Sementara itu, pelanggan dapat langsung memantau pemakaian air, melihat tagihan secara realtime, hingga melakukan simulasi tarif berdasarkan konsumsi air.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini membawa peningkatan signifikan. Dalam uji coba, rata-rata waktu penyelesaian proses pencatatan hanya membutuhkan 23,34 detik, atau sekitar empat kali lebih cepat dibandingkan metode manual. Pengujian black box juga membuktikan bahwa sistem menghasilkan output yang akurat sesuai kebutuhan. Dengan kata lain, aplikasi ini tidak hanya mempercepat kinerja petugas, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kepercayaan pelanggan terhadap pengelolaan PAMSIMAS.

Selain aspek teknis, penelitian ini juga menyoroti dampak sosial. Masyarakat tidak lagi harus menunggu petugas datang untuk mengetahui besaran tagihan, karena informasi dapat dipantau langsung melalui aplikasi. Data tersimpan aman di cloud melalui layanan Firebase Cloud Firestore, sementara fitur Firebase Authentication memastikan keamanan identitas pengguna. Hal ini memberi jaminan lebih baik bagi keberlangsungan layanan air bersih di Desa Dlimas.

Dalam kesimpulannya, Pangestu menegaskan bahwa aplikasi monitoring dan pencatat meteran berbasis Android ini mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat pedesaan. Tidak hanya membuat pencatatan lebih cepat dan efisien, sistem ini juga membantu pengelola dalam pembuatan tagihan, pengelolaan data pelanggan, serta memperkuat transparansi biaya.

Ke depan, aplikasi ini diharapkan bisa diadopsi oleh lebih banyak desa penerima program PAMSIMAS, bahkan berpotensi diintegrasikan dengan layanan pembayaran digital. Dengan begitu, pengelolaan air bersih berbasis masyarakat akan semakin modern dan berkelanjutan.

Melalui penelitian berjudul “Aplikasi Monitoring dan Pencatat Meteran PAMSIMAS Berbasis Android di Desa Dlimas Tegalrejo”, Sayogyo Pangestu membuktikan bahwa inovasi teknologi sederhana dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik. Dengan memadukan riset akademik dan kebutuhan masyarakat, lahirlah solusi yang relevan: digitalisasi sistem air bersih yang membawa manfaat langsung bagi warga desa.(ed : fatikakh)

Sumber : repositori UNIMMA