Erna Herawati Ungkap Faktor Keuangan Penentu Laba BUMD Temanggung
23 September 2025

adel

Magelang, 23 September 2025 – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memegang peranan penting sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, di Kabupaten Temanggung, sejumlah BUMD justru menunjukkan tren menurun dalam kinerja keuangan. Beberapa unit usaha daerah bahkan dinilai lebih banyak menyedot dana penyertaan modal ketimbang memberikan kontribusi laba. Fenomena ini mendorong Erna Herawati, mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Magelang, meneliti faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan BUMD menghasilkan keuntungan.

Penelitian yang dituangkan dalam skripsi berjudul “Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas terhadap Rasio Rentabilitas pada BUMD Kabupaten Temanggung Periode 2018–2020” ini berupaya mengungkap bagaimana kondisi keuangan, khususnya likuiditas dan solvabilitas, berdampak pada tingkat rentabilitas atau profitabilitas BUMD di daerah tersebut.

Tema Penelitian

Tema besar kajian ini adalah hubungan antara rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas pada BUMD. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sementara solvabilitas menggambarkan kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang. Keduanya dianggap sangat memengaruhi rentabilitas, yaitu ukuran efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba.

Objek penelitian adalah tiga BUMD yang dianggap mengalami penurunan kinerja, yakni Perumda Aneka Usaha, Perumda Apotek Waringin Mulyo, dan Perumda Bhumi Phala Wisata. Ketiganya bahkan sempat diwacanakan untuk merger karena kinerja keuangan yang tidak optimal.

Tujuan Penelitian

Dalam penelitiannya, Erna Herawati merumuskan enam tujuan utama:

  1. Menguji pengaruh current ratio terhadap return on asset (ROA).
  2. Menguji pengaruh quick ratio terhadap ROA.
  3. Menguji pengaruh cash ratio terhadap ROA.
  4. Menguji pengaruh rasio perputaran kas terhadap ROA.
  5. Menguji pengaruh debt to asset ratio (DAR) terhadap ROA.

  6. Menguji pengaruh debt to equity ratio (DER) terhadap ROA

Tujuan ini dirancang agar hasil penelitian mampu menjawab pertanyaan fundamental: faktor mana yang paling berpengaruh terhadap laba BUMD di Temanggung, serta bagaimana perusahaan daerah sebaiknya dikelola untuk meningkatkan kinerja keuangannya.

Metodologi

Erna menggunakan data panel berupa gabungan time series (periode 2018–2020) dan cross section dari tiga BUMD yang diteliti. Data keuangan diolah menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Variabel-variabel likuiditas (current ratio, quick ratio, cash ratio, perputaran kas) dan solvabilitas (DAR, DER) kemudian diuji pengaruhnya terhadap rentabilitas (ROA).

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan menarik:

  • Quick ratio terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA BUMD.

  • Cash ratio dan debt to equity ratio (DER) justru berpengaruh negatif terhadap ROA. Artinya, semakin besar kas menganggur atau semakin tinggi porsi utang terhadap modal sendiri, semakin menurun kemampuan BUMD menghasilkan laba.

  • Sebaliknya, rasio perputaran kas dan debt to asset ratio (DAR) berpengaruh positif terhadap ROA. Hal ini menandakan bahwa pengelolaan kas yang efektif serta struktur pendanaan yang seimbang dengan aset dapat meningkatkan rentabilitas.

Dengan kata lain, keberhasilan BUMD dalam meraih laba sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola kas dan struktur permodalan.

Kesimpulan

Dalam simpulannya, Erna Herawati menegaskan bahwa likuiditas dan solvabilitas memiliki peran penting dalam menentukan tingkat rentabilitas BUMD di Temanggung. Tidak semua rasio keuangan berdampak sama, tetapi kombinasi pengelolaan kas yang baik serta penggunaan utang yang sehat terbukti mampu memperkuat kinerja keuangan perusahaan daerah.

Penelitian ini memberikan dua implikasi utama. Pertama, secara praktis, hasil kajian dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dan manajemen BUMD untuk meningkatkan kinerja keuangan. Kedua, secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai analisis keuangan perusahaan daerah, terutama dalam konteks kontribusi BUMD terhadap PAD.

“Pengelolaan kas yang efektif dan struktur modal yang seimbang adalah kunci. BUMD harus mampu memanfaatkan aset dan dana secara produktif agar bisa memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Erna dalam laporan penelitiannya. (ed: Adella)

sumber: repository UNIMMA