Generasi Muda di Persimpangan: Penelitian Tunjukkan Anak di Magelang Jadi Korban Narkoba Saat Covid-19
25 August 2025

mimin

Magelang, 25 Agustus 2025 – Pandemi Covid-19 bukan hanya mengguncang sektor kesehatan dan ekonomi, tetapi juga meninggalkan dampak sosial yang serius, salah satunya maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan anak. Fakta ini terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Intan Elvina Devinia, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang.

Dalam penelitiannya yang berjudul “Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika yang Dilakukan Anak pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Magelang”, Intan menyoroti bagaimana kondisi pandemi justru membuka celah bagi meningkatnya peredaran narkoba di masyarakat, termasuk yang melibatkan anak-anak. “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi terhadap angka penyalahgunaan narkotika di kalangan anak serta mencari solusi hukum yang tepat,” jelas Intan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Polres Magelang, kasus penyalahgunaan narkotika oleh anak memang sempat terdeteksi selama masa pandemi. Anak-anak yang seharusnya fokus belajar dari rumah justru berisiko terjerumus ke dalam pergaulan salah. Faktor lingkungan, tekanan psikologis akibat pembatasan sosial, hingga lemahnya pengawasan keluarga selama masa pandemi menjadi penyebab utama.

“Pandemi membuat banyak anak merasa tertekan, bosan, bahkan stres. Situasi itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengajak mereka mencoba narkoba,” ungkap Intan dalam laporannya.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aparat kepolisian di Magelang berupaya menanganinya dengan pendekatan berbeda. Anak-anak yang tertangkap tidak serta-merta diproses layaknya pelaku kriminal dewasa. Polres Magelang, melalui Satnarkoba, lebih mengutamakan pendekatan restorative justice dengan cara rehabilitasi, pendampingan psikologis, dan pembinaan sosial.

Salah satu contoh yang dicatat Intan adalah kasus pada 2018, ketika seorang anak pengguna narkotika berhasil disembuhkan setelah menjalani rehabilitasi tiga bulan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Model penanganan serupa masih dijadikan acuan selama pandemi.

Meski demikian, penelitian ini menemukan sejumlah hambatan. Terbatasnya fasilitas rehabilitasi, kurangnya tenaga konselor, dan stigma masyarakat terhadap anak pengguna narkoba membuat proses pemulihan tidak berjalan mulus. Banyak anak yang kesulitan kembali diterima di lingkungannya meski sudah menjalani rehabilitasi.

Intan menekankan bahwa kasus anak dan narkoba selama pandemi harus dipandang dari sisi kemanusiaan. “Anak-anak ini bukan sekadar pelanggar hukum, melainkan korban yang perlu diselamatkan. Penegakan hukum harus selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.

Dalam kesimpulannya, Intan merekomendasikan beberapa langkah: peningkatan fasilitas rehabilitasi anak, penguatan peran keluarga dalam pengawasan, serta edukasi bahaya narkoba sejak dini di sekolah maupun komunitas. Ia juga menilai bahwa kerja sama antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai peredaran narkotika di masa krisis seperti pandemi.

Penelitian yang dilakukan Intan Elvina Devinia ini sekaligus menjadi peringatan penting: pandemi Covid-19 tidak hanya melahirkan krisis kesehatan, tetapi juga membuka peluang bahaya sosial baru yang mengancam generasi muda. Dengan penelitian ini, Intan berharap masyarakat semakin waspada dan pemerintah lebih serius dalam menyelamatkan anak-anak dari jerat narkoba. editor : Yunda Sara

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance