Implementasi AES-256 Perkuat Keamanan Data Skripsi Mahasiswa, Penelitian Ungkap Efektivitas Enkripsi di Sistem Akademik
17 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 — Di tengah meningkatnya ancaman kebocoran data di lingkungan pendidikan tinggi, sebuah penelitian dari Hanandita Dwi Saputra menghadirkan solusi konkret melalui penerapan teknologi kriptografi modern. Dalam karya ilmiahnya berjudul “Penerapan Enkripsi Advanced Encryption Standard (AES) untuk Keamanan Data pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi”, peneliti menyoroti persoalan krusial yang selama ini kerap luput dari perhatian: penyimpanan data sensitif mahasiswa dalam bentuk terbuka (plaintext).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kebocoran data pada sistem informasi berbasis web, khususnya di lingkungan kampus. Data mahasiswa—mulai dari identitas pribadi hingga dokumen akademik—sering kali tersimpan tanpa perlindungan memadai. Kondisi ini membuka celah bagi berbagai serangan siber, seperti SQL Injection, brute force, hingga penyadapan data.

Hanandita Dwi Saputra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, mengangkat tema besar tentang keamanan data berbasis enkripsi AES-256 dalam sistem manajemen skripsi. Tujuan utama penelitian ini adalah menguji sejauh mana algoritma Advanced Encryption Standard (AES) dengan panjang kunci 256-bit mampu meningkatkan keamanan serta menjaga integritas data mahasiswa dalam sistem berbasis website.

Dalam pendekatannya, penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dipadukan dengan pengembangan sistem berbasis Agile Scrum. Sistem yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai platform administrasi skripsi, tetapi juga sebagai media implementasi langsung algoritma AES-256-CBC. Setiap data yang diinput, baik berupa teks maupun dokumen, terlebih dahulu dienkripsi sebelum disimpan ke dalam basis data. Sebaliknya, data hanya dapat dibaca kembali melalui proses dekripsi oleh pengguna yang memiliki akses sah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AES-256 mampu memberikan perlindungan signifikan terhadap data sensitif. Pengujian dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pengujian blackbox dan whitebox. Pada pengujian blackbox, seluruh fungsi sistem terbukti berjalan sesuai kebutuhan tanpa gangguan. Sementara itu, pengujian whitebox memastikan bahwa proses enkripsi dan dekripsi berjalan konsisten dan sesuai standar algoritma kriptografi.

Lebih lanjut, penelitian ini juga melibatkan pengujian tingkat lanjut seperti Monte Carlo Test (MCT) untuk menguji stabilitas algoritma dalam skala besar. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi AES-256 tetap konsisten meskipun dijalankan dalam ribuan iterasi, menandakan keandalan tinggi dalam skenario penggunaan nyata.

Tak hanya itu, simulasi serangan seperti brute force, SQL Injection, dan Man-in-the-Middle juga dilakukan untuk menguji ketahanan sistem. Temuan penelitian mengungkap bahwa data yang telah dienkripsi tidak dapat dibaca meskipun berhasil diakses oleh pihak tidak berwenang. Hal ini membuktikan bahwa enkripsi tidak hanya berfungsi sebagai lapisan tambahan, tetapi menjadi benteng utama dalam perlindungan data.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa implementasi AES-256-CBC tidak mengganggu performa sistem, sekaligus mampu meningkatkan keamanan secara signifikan. Sistem tetap berjalan optimal, sementara data yang tersimpan terlindungi dari potensi kebocoran dan penyalahgunaan.

Temuan ini menjadi kontribusi penting, khususnya bagi institusi pendidikan yang tengah bertransformasi ke sistem digital. Selain menawarkan solusi teknis, penelitian Hanandita juga memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang sistem untuk menerapkan enkripsi sebagai standar keamanan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan data, penelitian ini mempertegas bahwa keamanan bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan mendasar dalam pengelolaan sistem informasi akademik. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

 

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance