Inovasi Pakan Lokal Tingkatkan Produktivitas Ternak: Penelitian Rohmat Haryadi di Sukarsono Farm
25 August 2025

mimin

Magelang, 25 Agustus 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan ketersediaan pakan ternak yang semakin mahal dan terbatas, seorang peneliti muda bernama Rohmat Haryadi melakukan riset intensif di Sukarsono Farm. Penelitian ini difokuskan pada pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif pakan ternak, dengan harapan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas hewan.

Rohmat menjelaskan bahwa salah satu masalah utama peternak adalah ketergantungan pada pakan komersial yang harganya fluktuatif. Ketika biaya pakan melonjak, keuntungan peternak pun menurun drastis. Oleh karena itu, ia berupaya mencari solusi melalui penelitian berbasis bahan lokal yang murah, mudah didapat, namun tetap bergizi tinggi.

Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah menemukan formulasi pakan alternatif dari bahan lokal yang tersedia di sekitar peternakan, tanpa mengurangi kualitas nutrisi yang dibutuhkan ternak. Dengan demikian, peternak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan impor atau pakan pabrikan.

Selain itu, penelitian ini juga diarahkan untuk:

  1. Menekan biaya produksi peternak.

  2. Meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ternak.

  3. Memberikan rekomendasi praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan.

Metode yang Diterapkan

Dalam risetnya, Rohmat melakukan serangkaian uji coba dengan mencampur berbagai bahan pakan lokal, seperti limbah pertanian, dedak padi, serta sumber protein nabati dan hewani yang mudah diperoleh. Campuran tersebut kemudian diuji pada sejumlah hewan ternak di Sukarsono Farm.

Penelitian dilaksanakan dalam periode tertentu dengan metode pengamatan langsung, pencatatan pertumbuhan bobot badan, serta perbandingan dengan kelompok ternak yang tetap menggunakan pakan konvensional.

Hasil yang Ditemukan

Hasil penelitian Rohmat cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan. Ternak yang diberi pakan alternatif berbasis bahan lokal menunjukkan pertumbuhan yang setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik, dibandingkan dengan ternak yang diberi pakan pabrikan.

Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan peternak menurun signifikan karena harga bahan baku lokal jauh lebih murah. Penurunan biaya ini berkisar antara 20 hingga 30 persen, angka yang cukup besar untuk ukuran peternakan skala kecil maupun menengah.

Tidak hanya dari sisi ekonomi, hasil penelitian juga menyoroti bahwa kondisi kesehatan ternak tetap terjaga. Tingkat mortalitas rendah, dan daya tahan tubuh hewan relatif stabil. Hal ini membuktikan bahwa pakan lokal bisa menjadi pilihan yang berkelanjutan.

Rekomendasi Penelitian

Rohmat menegaskan, agar hasil riset ini berdampak luas, perlu ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun komunitas peternak. Ia merekomendasikan agar peternak mulai mencoba memanfaatkan bahan lokal di wilayahnya masing-masing, dengan tetap memperhatikan standar gizi yang dianjurkan.

Lebih jauh, ia juga mendorong adanya pelatihan dan pendampingan bagi peternak, agar mereka dapat meracik pakan alternatif secara tepat dan efisien. Dengan begitu, ketahanan pangan nasional di sektor peternakan bisa semakin kuat.

Dampak yang Lebih Luas

Penelitian ini tidak hanya penting bagi peternak di Sukarsono Farm, tetapi juga memberi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, setiap wilayah sebenarnya memiliki potensi untuk menciptakan pakan alternatif berbasis lokal.

Jika ide ini diterapkan secara masif, maka Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada pakan impor, meningkatkan kemandirian peternak, dan pada akhirnya menekan harga daging maupun produk ternak di pasaran.

Penutup

Riset yang dilakukan Rohmat Haryadi di Sukarsono Farm ini membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar. Dengan memanfaatkan potensi lokal, peternak tidak hanya bisa menekan biaya produksi, tetapi juga tetap menjaga produktivitas dan kesehatan ternak.

Ke depan, harapannya penelitian ini menjadi tonggak bagi hadirnya lebih banyak inovasi di sektor peternakan Indonesia. Seperti yang ditegaskan Rohmat, “Peternakan yang mandiri adalah peternakan yang mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya.”(ed,fatikakh)

Sumber : repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance