Magelang, 1 September 2025 — Di tengah upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia, seorang peneliti muda, Diah Ayu Paramita, menghadirkan gagasan segar melalui skripsinya yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Picture and Picture Berbantuan Media Alphabet Spinner terhadap Keterampilan Membaca Permulaan.” Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas I SD Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, dan berhasil menyoroti pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif serta menyenangkan bagi anak-anak usia dini.
Membaca sebagai Keterampilan Dasar
Membaca merupakan fondasi utama dalam proses belajar. Tanpa kemampuan membaca, siswa akan kesulitan memahami pelajaran lain. Sayangnya, hasil observasi di SD Muhammadiyah Borobudur menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas I masih mengalami hambatan. Mereka belum lancar melafalkan huruf, sulit mengenali simbol bunyi, dan kurang percaya diri dalam membaca kata sederhana. Kondisi ini menjadi latar belakang penelitian Diah Ayu Paramita.
“Banyak siswa kelas awal yang minat bacanya rendah, padahal kemampuan membaca sangat menentukan keberhasilan mereka dalam jenjang pendidikan berikutnya,” tulis Diah Ayu dalam latar belakang penelitiannya.
Tujuan dan Metode Penelitian
Melihat persoalan tersebut, Diah Ayu merancang penelitian dengan tujuan utama: mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif Picture and Picture berbantuan media Alphabet Spinner dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I.
Metode yang dipilih adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian melibatkan 21 siswa kelas I sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh, di mana seluruh siswa dalam kelas dijadikan responden. Instrumen pengumpulan data berupa tes unjuk kerja, di mana siswa diminta membaca kalimat sederhana, sementara guru mengamati aspek lafal, intonasi, kelancaran, serta kejelasan suara.
Menggabungkan Gambar dan Permainan
Model Picture and Picture sendiri merupakan metode pembelajaran yang menggunakan gambar-gambar untuk membantu siswa memahami konsep secara logis dan runtut. Sedangkan Alphabet Spinner adalah media berbentuk lingkaran berputar berisi huruf-huruf alfabet, yang dapat dimainkan layaknya roda putar. Perpaduan keduanya dimaksudkan agar proses belajar membaca tidak hanya serius, tetapi juga menyenangkan, interaktif, dan penuh warna.
Dalam pelaksanaan penelitian, siswa diberi tiga kali perlakuan. Pertama, mereka dikenalkan huruf vokal dan konsonan. Kedua, siswa diajak menyusun suku kata dengan bantuan Alphabet Spinner. Dan ketiga, mereka berlatih membaca kata serta kalimat sederhana.
Hasil Penelitian yang Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang nyata. Nilai pretest memperlihatkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada kategori cukup hingga kurang dalam keterampilan membaca. Namun setelah perlakuan, nilai posttest melonjak, dengan banyak siswa masuk kategori baik hingga sangat baik.
Analisis menggunakan Paired Sample T-Test dalam program SPSS 25.0 menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (lebih kecil dari 0,05). Angka ini membuktikan bahwa penggunaan model Picture and Picture berbantuan Alphabet Spinner memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan membaca permulaan.
“Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif Picture and Picture berbantuan media Alphabet Spinner berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa,” tulis Diah Ayu dalam simpulannya.
Implikasi bagi Pendidikan Dasar
Penelitian ini bukan hanya memberi kontribusi teoritis bagi dunia akademik, tetapi juga manfaat praktis bagi sekolah dan guru. Bagi sekolah, hasil riset dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kreatif. Bagi guru, penelitian ini memberi inspirasi untuk menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif agar anak-anak lebih tertarik belajar membaca.
Bagi siswa sendiri, penggunaan media yang menyenangkan seperti Alphabet Spinner mampu meningkatkan motivasi sekaligus keterampilan membaca secara bertahap. Anak-anak belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya menyerupai permainan.
Penutup
Lewat penelitiannya, Diah Ayu Paramita menegaskan pentingnya inovasi dalam pembelajaran dasar, khususnya keterampilan membaca. Dalam era Kurikulum 2013 yang menekankan kreativitas dan keaktifan siswa, pendekatan seperti Picture and Picture dengan bantuan media visual interaktif menjadi relevan untuk diterapkan di ruang kelas.
SD Muhammadiyah Borobudur hanyalah satu contoh kecil. Namun pesan dari penelitian ini bersifat universal: pendidikan dasar membutuhkan pendekatan yang menyenangkan, kreatif, dan berbasis kebutuhan siswa. Dengan begitu, kemampuan membaca sebagai gerbang ilmu pengetahuan dapat dikuasai sejak dini, menjadi bekal berharga untuk perjalanan akademik anak-anak Indonesia di masa depan.(ed : fatikakh)
Sumber : repositori UNIMMA

