Magelang, Juni 2026 – Gaya kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan kepada pegawai serta budaya kerja tim yang kuat terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintah. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Luqy Jihannindya, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsi berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Pelayanan dan Kerjasama Tim terhadap Kinerja Pegawai dengan Perilaku Kewargaan Organisasi sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang)”.
Penelitian ini berangkat dari pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan organisasi, khususnya pada instansi pemerintah yang memiliki tanggung jawab langsung kepada masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang dipilih sebagai lokasi penelitian karena perannya yang strategis dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup, sekaligus menghadapi tantangan peningkatan kinerja pegawai di tengah kompleksitas tugas pelayanan publik.
Menurut Luqy, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam melayani bawahannya serta membangun kolaborasi yang efektif antarpegawai. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran Organizational Citizenship Behavior (OCB) atau perilaku kewargaan organisasi, yakni sikap sukarela pegawai untuk membantu rekan kerja dan berkontribusi lebih dari tugas formal yang diberikan organisasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 133 pegawai DLH Kabupaten Magelang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pelayanan (servant leadership) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasi. Artinya, semakin tinggi kualitas kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, empati, pemberdayaan, dan pengembangan pegawai, maka semakin tinggi pula kecenderungan pegawai untuk menunjukkan perilaku positif di luar tugas formal mereka.
Tidak hanya itu, kerjasama tim juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap OCB. Lingkungan kerja yang ditandai dengan komunikasi yang baik, saling percaya, serta koordinasi yang efektif mampu mendorong pegawai untuk lebih peduli terhadap rekan kerja dan organisasi secara keseluruhan.
Temuan menarik lainnya adalah bahwa baik kepemimpinan pelayanan maupun kerjasama tim secara langsung berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Dengan kata lain, pegawai yang bekerja di bawah kepemimpinan yang suportif dan dalam tim yang solid cenderung memiliki produktivitas, kualitas kerja, dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) berperan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Pegawai yang bersedia membantu rekan kerja, aktif dalam kegiatan organisasi, serta menunjukkan komitmen lebih terhadap instansi terbukti memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan pegawai yang hanya berfokus pada tugas formalnya.
Namun demikian, terdapat hasil yang cukup menarik terkait peran OCB sebagai variabel mediasi. Penelitian menemukan bahwa OCB tidak mampu memediasi hubungan antara kepemimpinan pelayanan dan kinerja pegawai. Dengan kata lain, pengaruh kepemimpinan pelayanan terhadap kinerja terjadi secara langsung tanpa harus melalui peningkatan perilaku kewargaan organisasi.
Sebaliknya, OCB terbukti memediasi sebagian (partial mediation) hubungan antara kerjasama tim dan kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa kerja tim yang baik tidak hanya meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi juga mendorong munculnya perilaku sukarela yang kemudian turut memperkuat kinerja pegawai.
Secara keseluruhan, penelitian Luqy Jihannindya menegaskan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan pelayanan dan penguatan kerja sama tim merupakan strategi penting bagi organisasi sektor publik untuk meningkatkan kinerja pegawai. Bagi DLH Kabupaten Magelang, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang program pengembangan kepemimpinan, membangun budaya kolaboratif, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendorong partisipasi aktif pegawai.
Temuan tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa keberhasilan organisasi pemerintah tidak hanya bergantung pada aturan dan prosedur kerja, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan yang sehat antara pemimpin, tim kerja, dan individu di dalam organisasi. Ketika ketiga elemen tersebut berjalan selaras, kinerja yang optimal bukan lagi sekadar target, melainkan menjadi budaya kerja yang tumbuh secara berkelanjutan. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

