Latihan Pernapasan Buteyko Dinilai Efektif Tekan Kekambuhan Asma
22 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang,Juli–Penelitian yang dilakukan oleh Lestari Dwi Astuti dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Magelang, menyoroti efektivitas teknik pernapasan Buteyko sebagai terapi nonfarmakologis bagi penderita asma. Studi ini dikemas dalam bentuk literature review yang mengkaji berbagai temuan ilmiah terbaru terkait pengendalian gejala asma melalui pendekatan latihan pernapasan.

Dalam penelitiannya, Lestari mengangkat tema utama pengaruh latihan pernapasan Buteyko terhadap kekambuhan asma. Fokus ini dipilih mengingat asma masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat dan belum dapat disembuhkan secara total. Namun, penyakit ini dinilai masih dapat dikendalikan melalui terapi yang tepat, termasuk metode latihan pernapasan.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana teknik Buteyko mampu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan kekambuhan asma. Untuk itu, peneliti mengumpulkan dan menelaah 10 artikel ilmiah yang relevan dari Google Scholar, dengan rentang publikasi tahun 2020 hingga 2024. Artikel yang dipilih telah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria tertentu, seperti ketersediaan full-text dan kesesuaian dengan subjek penelitian.

Hasil kajian menunjukkan bahwa latihan pernapasan Buteyko memberikan dampak signifikan terhadap kondisi pasien asma. Teknik ini dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain nose clearing exercise, relaxed breathing, dan control pause, dengan durasi latihan rata-rata sekitar 15 menit. Dari berbagai studi yang dianalisis, ditemukan adanya penurunan laju pernapasan (respiratory rate) serta peningkatan saturasi oksigen dalam darah pada pasien yang rutin melakukan latihan ini.

Tak hanya itu, penelitian ini juga mencatat bahwa mayoritas responden dalam studi yang ditinjau adalah perempuan dengan rata-rata usia sekitar 40 tahun. Temuan ini memperkuat gambaran bahwa terapi Buteyko dapat diterapkan secara luas pada kelompok usia produktif yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat aktivitas dan lingkungan.

Secara keseluruhan, Lestari menyimpulkan bahwa teknik pernapasan Buteyko terbukti efektif dalam menurunkan risiko kekambuhan asma. Metode ini dinilai sebagai alternatif terapi yang sederhana, mudah dilakukan, serta minim biaya, sehingga berpotensi menjadi solusi tambahan dalam manajemen asma di masyarakat.

Dengan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan maupun penderita asma dalam mengoptimalkan penanganan penyakit secara mandiri dan berkelanjutan. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance