Magelang, 02 September 2025 – Anak usia prasekolah (3–5 tahun) berada pada fase emas pertumbuhan dan perkembangan. Pada periode ini, mereka mulai belajar menguasai berbagai keterampilan dasar, termasuk personal hygiene atau kebersihan diri. Sayangnya, banyak anak di usia ini yang masih bergantung penuh pada orang tua dalam hal mandi, menggosok gigi, mencuci tangan, atau toileting. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, mulai dari rentan terinfeksi penyakit hingga menghambat tumbuhnya rasa percaya diri.
Berdasarkan survei awal di Dusun Candi, Pakunden, Ngluwar, Kabupaten Magelang, ditemukan bahwa 8 dari 10 anak prasekolah belum mampu melakukan personal hygiene secara mandiri. Temuan ini mendorong Indri Amalia Rizki, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, untuk mencari solusi sederhana dan praktis: pendidikan kesehatan melalui media leaflet.
Tujuan dan Metode Penelitian
Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana pendidikan kesehatan dengan media leaflet mampu meningkatkan kemandirian anak prasekolah dalam menjaga kebersihan diri. Tujuan khususnya antara lain melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, menyusun rencana intervensi, hingga mengevaluasi tingkat kemandirian anak setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan quasi eksperimen, melalui desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah seorang anak usia tiga tahun yang belum mandiri dalam melakukan personal hygiene. Intervensi dilakukan selama enam kali pertemuan dalam satu minggu, di rumah responden dengan melibatkan ibu sebagai pendamping utama.
Instrumen yang digunakan mencakup format pengkajian 13 domain NANDA, tabel observasi kemandirian, serta media leaflet berisi informasi dan gambar menarik tentang pentingnya menjaga kebersihan diri.
Hasil Penelitian
Pada awal pengkajian, anak menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap orang tua. Ia belum terbiasa mandi sendiri, hanya kadang menggosok gigi, dan jarang mencuci tangan dengan benar. Skor kemandirian dari tabel pengukuran hanya mencapai 4 poin, yang dikategorikan sebagai “belum mandiri”.
Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet, hasilnya berubah signifikan. Anak menjadi lebih tertarik mempraktikkan aktivitas kebersihan, terutama karena leaflet menyajikan gambar-gambar menarik. Dalam post-test, skor kemandirian melonjak menjadi 14 poin, masuk kategori “mandiri”. Anak sudah mampu mandi dengan arahan minimal, menyikat gigi sendiri, hingga menaruh piring setelah makan tanpa bantuan.
Orang tua juga menunjukkan peran penting. Sang ibu, setelah mendapatkan penjelasan dari peneliti, lebih konsisten mendampingi anak dan menggunakan tabel pengukuran untuk memantau perkembangan setiap hari. Intervensi ini terbukti sederhana, mudah diterapkan, dan tidak menimbulkan efek samping negatif.
Pembahasan
Penelitian Indri Amalia Rizki menguatkan teori bahwa media leaflet efektif sebagai sarana pendidikan kesehatan, terutama bagi anak usia dini. Leaflet tidak hanya menyampaikan pesan informatif, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu anak melalui ilustrasi visual. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Rachman, 2018; Henny Vidya, 2018) yang menekankan bahwa penyuluhan dengan media cetak bergambar mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan anak.
Faktor pendukung lain adalah keterlibatan orang tua. Tanpa peran aktif keluarga, intervensi pendidikan kesehatan tidak akan berjalan optimal. Orang tua perlu diberi pemahaman bahwa mendampingi anak belajar kebersihan sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kemandirian anak.
Kesimpulan
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terbukti efektif meningkatkan kemandirian personal hygiene anak prasekolah. Dari yang awalnya sangat bergantung pada orang tua, setelah intervensi anak mampu menjalankan sebagian besar aktivitas kebersihan diri secara mandiri.
Implikasinya, metode sederhana ini bisa diterapkan secara lebih luas di Posyandu, TK, maupun lembaga PAUD. Dengan biaya rendah, praktis, dan mudah dipahami, leaflet bisa menjadi media andalan untuk membentuk generasi yang sehat, mandiri, dan percaya diri sejak usia dini. (ed-AIS)
Sumber: repository UNIMMA

