Mahasiswa UNIMMA Ciptakan Sistem Aspirasi Digital, Transparansi Kampus Kian Terjaga
2 September 2025

jww

Magelang, 02 September 2025 – Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi D3, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), berhasil merancang sebuah terobosan untuk menampung suara mahasiswa. Mereka adalah Viky Wahyu Dwi Prakoso, Agus Ismanto, dan Nida Bagus Mushthafa, yang menyelesaikan tugas akhir berjudul “Sistem Aspirasi Mahasiswa Berbasis Web” pada Agustus 2022.

Gagasan lahir dari fenomena yang selama ini dihadapi kampus. Aspirasi mahasiswa umumnya dikumpulkan melalui formulir digital sederhana, seperti Google Form, yang tautannya disebar lewat grup WhatsApp. Meski praktis, mekanisme ini memiliki kelemahan: mahasiswa tak bisa memantau perkembangan aspirasinya setelah disampaikan. Aspirasi baru diketahui tindak lanjutnya ketika diunggah kembali di akun media sosial Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Kondisi ini dianggap tidak transparan dan kurang interaktif.

Bertolak dari permasalahan tersebut, para peneliti berupaya menghadirkan sistem yang lebih terstruktur. Dengan pendekatan ilmiah dan teknologi, mereka ingin menciptakan wadah digital yang mampu menampung keluhan, usulan, hingga kritik mahasiswa, sekaligus memudahkan pihak DPM dalam merekap serta memberikan tanggapan.

Tujuan Penelitian

Tim peneliti merumuskan tujuan yang sederhana namun krusial: membangun sistem aspirasi berbasis web yang dapat menampung, menyajikan, dan menindaklanjuti laporan mahasiswa secara transparan. Sistem ini diharapkan memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan keresahan seputar pelayanan akademik, perkuliahan, pembayaran, hingga fasilitas kampus. Di sisi lain, DPM dapat lebih cepat memantau, mengolah, serta merespons aspirasi yang masuk.

Manfaat penelitian pun dirancang ganda: mahasiswa mendapat kepastian bahwa aspirasinya tercatat dan dapat dipantau, sementara kampus memiliki data terstruktur yang berguna sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan.

Metodologi yang Digunakan

Dalam merancang sistem, peneliti menggunakan metode wawancara dan observasi. Mereka menghimpun informasi langsung dari mahasiswa UNIMMA mengenai pengalaman menyampaikan aspirasi, serta melakukan pengamatan terhadap mekanisme yang berjalan selama ini.

Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan di lingkungan UNIMMA . Dari sisi teknis, sistem dibangun dengan PHP Native, XAMPP, dan rancangan basis data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD) dan Data Flow Diagram (DFD). Perancangan tampilan (UI/UX) turut diperhatikan agar sistem mudah digunakan mahasiswa maupun admin DPM.

Hasil dan Temuan

Sistem yang dikembangkan diuji menggunakan metode System Usability Scale (SUS), sebuah instrumen standar internasional untuk mengukur tingkat kegunaan sistem. Uji coba dilakukan terhadap 11 responden mahasiswa UNIMMA.

Hasilnya, sistem memperoleh skor 85, yang masuk kategori “Excellent” dalam skala penerimaan pengguna. Skor ini menunjukkan bahwa sistem dinilai sangat layak dan dapat diterima oleh mahasiswa .

Lebih dari sekadar angka, uji coba membuktikan bahwa sistem berhasil menjalankan fungsinya: mahasiswa dapat dengan mudah mengajukan keluhan, memantau status tindak lanjut, dan menerima tanggapan resmi dari admin DPM. Bahkan, terdapat fitur penyamaran identitas, sehingga mahasiswa bisa tetap anonim saat menyampaikan aspirasi .

Implikasi dan Harapan

Dengan adanya sistem ini, komunikasi antara mahasiswa dan pengelola kampus menjadi lebih transparan, cepat, dan terdokumentasi. Penelitian ini juga membuktikan pentingnya peran teknologi informasi dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang partisipatif.

Viky, Agus, dan Nida melalui penelitian mereka berharap karya ini tidak berhenti sebagai laporan akademis semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata di UNIMMA. Aspirasi mahasiswa yang sebelumnya tercecer di berbagai kanal, kini berpotensi terhimpun rapi dalam satu wadah digital.

“Sistem Aspirasi Mahasiswa Berbasis Web bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga sebuah upaya untuk menjamin hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat,” demikian ditegaskan dalam laporan mereka .

Ke depan, sistem ini berpotensi diperluas dengan fitur-fitur tambahan, seperti klasifikasi aspirasi, analisis statistik, bahkan integrasi dengan media sosial. Dengan begitu, suara mahasiswa benar-benar menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Penutup

Dari penelitian ini, tampak jelas bagaimana mahasiswa bukan sekadar objek pendidikan, melainkan subjek aktif yang turut mengawal kualitas kampus. Melalui sebuah sistem berbasis web, aspirasi yang dulunya hanya sebatas wacana kini bisa tercatat, ditindaklanjuti, dan dijadikan bahan evaluasi nyata.

Karya Viky Wahyu Dwi Prakoso, Agus Ismanto, dan Nida Bagus Mushthafa menjadi bukti bahwa inovasi sederhana sekalipun mampu membawa dampak besar bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. (ed. Wied)

Sumber: Repositori UNIMMA