Magelang, 01 September 2025-Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Proses belajar yang semula berlangsung tatap muka di ruang kelas, tiba-tiba harus beralih ke platform digital. Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) pun tak luput dari arus perubahan ini. Mereka memperkenalkan My Online Class (MOCA), sebuah sistem e-learning yang diharapkan mampu menopang pembelajaran jarak jauh.
Namun, sebagaimana sistem baru pada umumnya, muncul pertanyaan penting: sejauh mana mahasiswa puas dengan layanan MOCA? Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh Lusiana Nurlatifah, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNIMMA. Dalam skripsinya berjudul “Sistem Pengukuran Kepuasan Pengguna E-Learning dengan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS)”, ia menyoroti pentingnya evaluasi sistem berbasis kepuasan pengguna untuk memastikan MOCA benar-benar mendukung proses belajar mengajar.
Tujuan Penelitian
Lusiana menegaskan, penelitian ini berangkat dari kebutuhan nyata. Sebelum pandemi, evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap dosen dan pembelajaran dilakukan melalui kuesioner kertas. Cara ini bukan hanya memakan biaya, tetapi juga rentan kehilangan data dan lambat dalam pengolahan. Kehadiran MOCA membuka peluang baru, tetapi belum ada pengukuran yang menilai seberapa puas mahasiswa menggunakannya.
Karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran kepuasan mahasiswa yang lebih efisien, berbasis web, dan dapat menyajikan data secara real-time. Dengan begitu, pihak administrasi dapat lebih mudah mengambil langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan e-learning.
Metode yang Digunakan
Untuk mengukur kepuasan pengguna, Lusiana mengadopsi metode End User Computing Satisfaction (EUCS) yang dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh. EUCS menilai kepuasan pengguna dari lima dimensi utama: Content (isi materi), Accuracy (keakuratan), Format (penyajian), Ease of Use (kemudahan penggunaan), dan Timeliness (ketepatan waktu).
Sistem yang dibangun menggunakan pendekatan berbasis kuesioner online. Mahasiswa diminta memberikan penilaian melalui skala Likert, kemudian data diolah secara otomatis oleh sistem. Penggunaan platform ini terbukti lebih praktis karena tidak lagi membutuhkan biaya cetak, serta dapat langsung menampilkan grafik kepuasan mahasiswa.
Hasil Penelitian
Dari serangkaian pengujian, hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu berjalan dengan baik dan mempermudah pengukuran kepuasan mahasiswa. Yang menarik, semua variabel EUCS terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa dalam menggunakan MOCA.
Secara rinci, presentase kepuasan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
- Content (Isi): 79,43% – masuk kategori “Puas”
- Accuracy (Keakuratan): 74,79% – “Puas”
- Format (Penyajian): 78,45% – “Puas”
- Ease of Use (Kemudahan Penggunaan): 79,28% – “Puas”
- Timeliness (Ketepatan Waktu): 78,14% – “Puas”
Dengan angka-angka tersebut, Lusiana menyimpulkan bahwa MOCA secara umum telah memenuhi harapan mahasiswa. Meski begitu, ia juga mencatat masih ada kekurangan, seperti keterbatasan admin yang tidak bisa menghapus data responden satu per satu atau mengubah pertanyaan setelah ada jawaban.
Manfaat Penelitian
Secara teoritis, penelitian ini memberikan gambaran jelas tentang tingkat kepuasan mahasiswa dalam memanfaatkan e-learning. Hasilnya dapat dijadikan acuan UNIMMA untuk menyusun strategi pengembangan MOCA ke depan.
Secara praktis, penelitian ini bukan hanya menyelesaikan kewajiban akademik peneliti, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi universitas. Sistem yang dirancang mampu membantu pihak kampus menghemat biaya, mempercepat pengolahan data, sekaligus memastikan suara mahasiswa benar-benar terakomodasi dalam pengembangan layanan.
Kesimpulan
Lusiana Nurlatifah berhasil membuktikan bahwa kepuasan mahasiswa dapat diukur secara efektif melalui metode EUCS. Dengan tingkat kepuasan di atas 70 persen pada semua variabel, dapat dikatakan bahwa MOCA diterima baik oleh mahasiswa UNIMMA. Namun, evaluasi berkelanjutan tetap diperlukan agar sistem ini terus berkembang seiring kebutuhan pengguna.
Peneliti juga memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut, seperti menambah fitur pengelolaan data dan memperluas cakupan responden. Ia bahkan membuka peluang agar di masa depan pengukuran serupa bisa dikombinasikan dengan metode lain, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat dan valid.
Melalui penelitian ini, Lusiana tidak hanya menyelesaikan tanggung jawab akademiknya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran digital di UNIMMA. (ed. Wied)

