Manajemen SDM Jadi Kunci Sukses Program Tahfidz Al-Barqu di SDIT Ihsanul Fikri 2 Magelang
29 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 – Keberhasilan program tahfidz Al-Qur’an tidak hanya ditentukan oleh kemampuan siswa dalam menghafal ayat demi ayat, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang mendukungnya. Temuan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam penelitian yang dilakukan oleh Imroatusholikah Rabbaniyah, mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui tesis berjudul “Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Mengembangkan Program Tahfidz Al-Qur’an Metode Al-Barqu di SDIT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2 Kota Magelang.”

Penelitian ini mengkaji bagaimana manajemen SDM diterapkan dalam mengembangkan program tahfidz Al-Qur’an berbasis Metode Al-Barqu, sebuah metode pembelajaran yang dikembangkan secara mandiri oleh SDIT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2 Kota Magelang. Metode tersebut lahir dari kebutuhan sekolah untuk menghadirkan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif dan efisien dibanding metode yang sebelumnya digunakan.

Dalam penelitiannya, Imroatusholikah bertujuan menganalisis tiga aspek utama manajemen SDM, yaitu perencanaan dan pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan sumber daya manusia yang terlibat dalam program tahfidz Al-Qur’an. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Salah satu keunikan yang menjadi fokus penelitian adalah penggunaan Metode Al-Barqu, yang berarti “kilat” atau “cepat”. Metode ini dirancang oleh tim guru tahfidz sekolah untuk mempercepat proses pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an. Jika pada metode sebelumnya siswa harus menyelesaikan enam jilid pembelajaran, Metode Al-Barqu merangkumnya menjadi empat jilid yang lebih padat namun tetap mencakup seluruh materi yang dibutuhkan. Selain itu, sistem hafalan juga dilengkapi buku khusus per juz yang memudahkan guru memantau perkembangan hafalan siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM di SDIT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2 telah berjalan cukup sistematis. Perencanaan program dilakukan dengan menetapkan target hafalan, pengembangan kompetensi guru, serta pembagian tugas yang jelas di antara para pendidik. Pengorganisasian juga dilaksanakan melalui struktur kerja yang mendukung koordinasi antarguru tahfidz dan pengelola program. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan program tahfidz berbasis Al-Barqu.

Pada aspek pelaksanaan, sekolah berhasil mengintegrasikan pembelajaran tahsin dan tahfidz secara terstruktur. Guru-guru tidak hanya bertugas membimbing hafalan siswa, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Dukungan metode yang sistematis membuat proses pembelajaran lebih terarah dan memudahkan pencapaian target hafalan peserta didik.

Meski demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah kemampuan tahsin siswa yang dinilai belum berkembang secara optimal. Hal tersebut terjadi karena porsi pembelajaran masih lebih banyak difokuskan pada pencapaian target hafalan dibanding pendalaman kualitas bacaan. Akibatnya, keseimbangan antara aspek tahfidz dan tahsin belum sepenuhnya tercapai.

Selain itu, pada aspek pengawasan, sekolah telah menerapkan evaluasi rutin mingguan, supervisi langsung, serta penggunaan indikator capaian program sebagai alat ukur keberhasilan. Sistem pengawasan ini dinilai cukup efektif untuk memantau perkembangan siswa maupun kinerja guru. Namun demikian, penelitian menemukan bahwa pengawasan terhadap kompetensi tahsin guru masih perlu diperkuat. Beberapa guru merasa kemampuan tahsin dan tajwid yang dimiliki sudah memadai, sehingga diperlukan evaluasi yang lebih ketat dan objektif guna memastikan standar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Berdasarkan temuan tersebut, Imroatusholikah merekomendasikan adanya program peningkatan kapasitas guru Al-Qur’an secara berkelanjutan melalui pelatihan tahsin dan tajwid. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus memperkuat kualitas program tahfidz yang menjadi unggulan sekolah.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan program tahfidz bukan semata-mata ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan, melainkan juga oleh kualitas manajemen sumber daya manusia yang mengelolanya. Dengan pengelolaan SDM yang terencana, terorganisasi, dan diawasi secara berkelanjutan, lembaga pendidikan Islam memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga unggul dalam kualitas bacaan dan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance