Massage Punggung dan Hidroterapi Terbukti Kurangi Nyeri Pasca Operasi Caesar
25 August 2025

mimin

Magelang, 25 Agustus 2025– Penanganan nyeri pasca operasi caesar masih menjadi tantangan besar di berbagai rumah sakit. Sejumlah pasien mengaku kesulitan bergerak, merasa tidak nyaman, hingga terhambat dalam proses menyusui dini karena intensitas nyeri yang tinggi. Menjawab persoalan itu, seorang peneliti muda dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Kurnia Uji Hartati, melakukan penelitian tentang efektivitas massage punggung dan hidroterapi sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi rasa sakit pasien pasca sectio caesarea di Soerojo Hospital.

Latar Belakang Penelitian

Operasi caesar (SC) menjadi salah satu metode persalinan yang semakin meningkat penggunaannya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka persalinan SC di Indonesia mencapai 17,6 persen, dengan tren yang terus naik. Di Soerojo Hospital sendiri, lebih dari 60 persen persalinan dalam tiga tahun terakhir dilakukan melalui prosedur operasi caesar.

Meski relatif aman, prosedur ini menyisakan persoalan serius: nyeri pasca pembedahan. Nyeri tersebut tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga mengganggu mobilisasi, ikatan emosional ibu dan bayi, serta inisiasi menyusui dini. Obat-obatan analgesik memang dapat mengurangi rasa sakit, namun harganya cukup mahal dan berisiko menimbulkan efek samping, mulai dari mual hingga gangguan fungsi organ.

Inilah yang mendorong Kurnia untuk mencari alternatif. Ia menekankan perlunya metode non-farmakologis yang sederhana, ekonomis, dan minim risiko, salah satunya melalui massage punggung dan hidroterapi (rendam kaki dengan air hangat).

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh massage punggung dan hidroterapi terhadap nyeri pasien post SC di Soerojo Hospital. Kurnia ingin membuktikan apakah kombinasi kedua metode tersebut benar-benar efektif menurunkan skala nyeri, sekaligus memberi rekomendasi bagi praktik keperawatan di rumah sakit.

Metode Penelitian

Riset dilakukan pada Maret hingga Mei 2023 dengan melibatkan 33 responden pasien pasca operasi caesar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan pre & post test design.

Setiap responden mendapat intervensi berupa massage punggung selama 15 menit dilanjutkan dengan rendam kaki air hangat selama 15 menit. Tingkat nyeri diukur menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk melihat signifikansi perubahan.

Hasil Penelitian

Dari segi karakteristik, rata-rata usia responden adalah 26,3 tahun, sebagian besar berpendidikan SMA (66,7 persen), tidak bekerja (69,7 persen), dan memiliki satu kali riwayat melahirkan (54,5 persen).

Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Artinya, terdapat perbedaan signifikan pada tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan massage punggung serta hidroterapi. Sebagian besar responden yang semula mengeluhkan nyeri sedang, setelah intervensi mengalami penurunan ke tingkat nyeri ringan.

Pembahasan dan Temuan Menarik

Kurnia menjelaskan, massage punggung membantu merangsang tubuh melepaskan endorfin, hormon alami yang mampu menekan rasa sakit dan memberikan rasa rileks. Sementara itu, hidroterapi dengan air hangat memberi efek vasodilatasi, meningkatkan aliran darah, merilekskan otot, serta menurunkan sensasi nyeri. Kombinasi keduanya terbukti lebih efektif karena bekerja secara sinergis: sentuhan pijatan memberi relaksasi psikologis, sedangkan perendaman kaki memberikan manfaat fisiologis.

Temuan ini menarik karena menunjukkan bahwa perawatan sederhana yang dapat dilakukan bahkan oleh keluarga pasien mampu memberikan dampak nyata. Dengan modal air hangat dan pijatan ringan, pasien bisa merasa lebih nyaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada obat-obatan.

Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan Kurnia Uji Hartati menegaskan bahwa massage punggung dan hidroterapi berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri pada pasien post sectio caesarea di Soerojo Hospital.

Metode ini sederhana, murah, aman, dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun keluarga pasien. Selain menurunkan nyeri, intervensi ini juga membantu mempercepat pemulihan, meningkatkan mobilitas ibu, serta mendukung tercapainya inisiasi menyusui dini.

Rekomendasi

Kurnia merekomendasikan agar rumah sakit menjadikan massage punggung dan hidroterapi sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan pasca operasi caesar. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan untuk mengembangkan intervensi non-farmakologis lain yang mendukung kenyamanan pasien.

Dengan hasil ini, penelitian Kurnia tidak hanya memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga memberi kontribusi nyata pada praktik pelayanan kesehatan, khususnya dalam bidang maternitas.(ed.fatikakh)

Sumber : repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance