Membongkar Job Description Tenaga Kependidikan di Universitas Muhammadiyah Magelang
1 September 2025

fatika

Magelang, 1 September 2025 – Di balik aktivitas akademik mahasiswa dan dosen di sebuah universitas, ada sosok-sosok yang kerap luput dari perhatian: tenaga kependidikan. Mereka inilah yang menjadi penggerak administratif, pengelola data, pengatur jadwal, sekaligus penghubung antara sistem birokrasi dan pelaksanaan pendidikan sehari-hari. Namun, seberapa jelas sebenarnya uraian tugas atau job description mereka? Pertanyaan inilah yang menjadi fokus penelitian Augustin Falah Pawaka, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Magelang.

Melalui skripsi berjudul “Job Description Tenaga Kependidikan di Universitas Muhammadiyah Magelang (Studi Penelitian Kualitatif Deskriptif)”, Augustin berupaya mengurai bagaimana peran staf kependidikan dipahami dan dijalankan. Ia menilai bahwa perkembangan perguruan tinggi menuntut pembagian kerja yang tegas agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab. Tanpa job description yang jelas, risiko kesalahpahaman hingga beban kerja berlebih bisa mengancam kinerja lembaga.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Augustin melakukan wawancara mendalam terhadap enam orang tenaga kependidikan, ditambah dua narasumber sebagai triangulasi data, yang berasal dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Mahasiswa (LPPMA) serta Fakultas Psikologi dan Humaniora. Pemilihan dua unit ini bukan tanpa alasan. LPPMA dikenal dinamis dengan banyak program baru, termasuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka, sedangkan Fakultas Psikologi dan Humaniora merupakan fakultas yang relatif muda, sehingga masih dalam tahap penyusunan prosedur kerja.

Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar tenaga kependidikan sudah memiliki pemahaman cukup jelas mengenai pekerjaan rutin harian, mingguan, hingga bulanan. Uraian tugas meliputi pengelolaan surat menyurat, pelayanan administrasi mahasiswa, penyusunan jadwal, hingga pendampingan kegiatan kemahasiswaan. Namun, di balik itu, Augustin menemukan adanya ketidaksesuaian antara kemampuan individu dengan jabatan yang diemban. Beberapa staf terpaksa menangani pekerjaan di luar bidang keahliannya karena belum ada rumusan job description tertulis yang baku.

Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pengalaman baru yang dialami staf, terutama ketika menghadapi program kerja baru atau kegiatan besar seperti wisuda pertama di Fakultas Psikologi dan Humaniora. Tidak jarang, staf kependidikan harus beradaptasi dengan cepat tanpa pedoman tertulis yang memadai. Kondisi ini menimbulkan rasa kewalahan, meskipun di sisi lain memberi pengalaman berharga.

Faktor lain yang mengemuka adalah kendala fasilitas dan beban kerja insidental. Staf sering dihadapkan pada tugas mendadak yang menuntut kesiapan ekstra, sementara dukungan pelatihan atau penyegaran kompetensi belum merata. Padahal, menurut Augustin, pelatihan sangat penting agar staf tidak hanya mampu mengerjakan tugas teknis, tetapi juga bisa menyesuaikan diri dengan sistem digital yang kini makin dominan.

Dari temuan ini, Augustin menegaskan pentingnya penyusunan job description tertulis yang komprehensif. Bagi organisasi, kejelasan uraian tugas akan meminimalisir kesalahpahaman, menghindarkan pekerjaan rangkap, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih kuat. Sementara bagi tenaga kependidikan, job description akan menjadi pegangan untuk memahami peran mereka sekaligus dasar evaluasi kinerja.

Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa Universitas Muhammadiyah Magelang perlu melakukan pembaruan sistematis atas uraian jabatan tenaga kependidikan. Dengan begitu, setiap staf ditempatkan sesuai keahlian, mendapatkan beban kerja yang proporsional, serta memiliki peluang pengembangan diri melalui pelatihan berkelanjutan.

Penelitian Augustin Falah Pawaka ini menambah khazanah kajian manajemen sumber daya manusia di lingkungan akademik. Jika sebelumnya penelitian serupa banyak berfokus pada sektor pemerintahan atau perusahaan, Augustin menghadirkan perspektif kampus yang tak kalah penting. Ia mengingatkan bahwa mutu perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh dosen dan mahasiswa, tetapi juga oleh kerja senyap para tenaga kependidikan.

Dengan pendekatan sederhana namun tajam, penelitian ini seakan membuka mata bahwa mereka yang selama ini berada di balik meja administrasi, sesungguhnya adalah penggerak utama yang menjaga ritme universitas tetap berjalan. Ke depan, perhatian pada job description mereka bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkelanjutan.(ed : fatikakh)

Sumber : repositori UNIMMA