Metode Sorogan Tingkatkan Kualitas Membaca Al-Qur’an Siswa di SD Negeri Mejing 2
25 August 2025

mimin

Magelang, 25 Agustus 2025 – Upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan pelajar sekolah dasar terus menjadi perhatian penting, terutama di tengah kekhawatiran akan menurunnya minat generasi muda terhadap pembelajaran kitab suci. Hal ini mendorong Indah Nurul Hidayah, peneliti pendidikan, untuk melakukan sebuah penelitian yang fokus pada penerapan metode sorogan dalam pembelajaran Al-Qur’an di SD Negeri Mejing 2.

Penelitian ini berangkat dari keresahan bahwa meski pendidikan agama telah menjadi bagian kurikulum, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa tidak selalu sesuai dengan harapan. Banyak siswa masih terbata-bata, kurang lancar, bahkan belum memahami tajwid secara baik. Untuk itu, Indah mencoba menghidupkan kembali metode tradisional pesantren, yakni sorogan, yang selama ini dikenal efektif dalam memberikan bimbingan personal kepada santri.

Tujuan Penelitian

Penelitian Indah memiliki beberapa tujuan pokok. Pertama, mendeskripsikan implementasi metode sorogan pada siswa kelas 6 SD Negeri Mejing 2. Kedua, mengidentifikasi faktor pendukung yang membuat metode ini dapat berjalan efektif di lingkungan sekolah dasar. Dan ketiga, mengungkap faktor penghambat yang mungkin muncul dalam praktiknya, sehingga dapat menjadi evaluasi dan rekomendasi bagi guru maupun sekolah lain.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, Indah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan langsung di SD Negeri Mejing 2 dengan melibatkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta siswa kelas 6. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali secara mendalam dinamika proses pembelajaran dengan sorogan, baik dari sisi guru maupun siswa.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Proses belajar dilakukan dengan cara siswa membaca Al-Qur’an secara bergiliran di hadapan guru, lalu guru memberikan koreksi dan bimbingan langsung. Dengan pola ini, setiap kesalahan dapat diperbaiki seketika, baik terkait makhraj huruf, panjang pendek bacaan, maupun hukum tajwid.

Menariknya, meski metode ini menuntut waktu lebih banyak karena sifatnya individual, hasilnya cukup signifikan. Siswa yang awalnya belum lancar mulai menunjukkan peningkatan, bahkan beberapa di antaranya mampu membaca lebih fasih dengan tajwid yang benar. Lebih jauh, siswa juga menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar karena merasa mendapat perhatian khusus dari guru.

Faktor Pendukung

Indah mengidentifikasi beberapa faktor yang mendukung keberhasilan metode ini. Pertama, peran guru PAI yang konsisten dan sabar dalam membimbing siswa. Kedua, dukungan dari pihak sekolah yang memberikan ruang bagi pelaksanaan metode ini meski di luar jam pelajaran reguler. Ketiga, antusiasme siswa sendiri yang merasa metode ini membantu mereka belajar lebih cepat dan terarah.

Faktor Penghambat

Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala. Keterbatasan waktu menjadi hambatan utama, mengingat sorogan membutuhkan alokasi khusus agar semua siswa mendapat giliran. Selain itu, perbedaan kemampuan antar siswa membuat proses bimbingan tidak seragam; ada siswa yang cepat menangkap, namun ada pula yang membutuhkan pengulangan berkali-kali. Kendala lain adalah minimnya keterlibatan orang tua, padahal dukungan keluarga sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran di rumah.

Kesimpulan

Penelitian Indah Nurul Hidayah menegaskan bahwa metode sorogan dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di sekolah dasar, khususnya pada siswa kelas 6 SD Negeri Mejing 2. Meski menghadapi berbagai hambatan, hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan pemahaman tajwid siswa.

Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberi gambaran praktik di lapangan, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi atau menyesuaikan metode sorogan dalam pembelajaran agama Islam. Menurut Indah, kunci keberhasilan terletak pada komitmen guru, dukungan sekolah, serta sinergi dengan orang tua siswa.(ed.fatikakh)

Sumber : repositori UNIMMA 

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance