Metode Talaqqi Dongkrak Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa SMPN 2 Mertoyudan
29 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 –Kemampuan membaca Al-Qur’an masih menjadi tantangan di berbagai sekolah umum di Indonesia. Tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf hijaiyah, memahami hukum tajwid, maupun membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara fasih. Kondisi inilah yang mendorong Ahmad Bayu Nurrohman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian mengenai efektivitas metode talaqqi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SMP Negeri 2 Mertoyudan.

Penelitian yang berjudul “Penerapan Metode Talaqqi Guna Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa SMPN 2 Mertoyudan” berangkat dari kenyataan bahwa masih banyak siswa sekolah umum yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Di SMPN 2 Mertoyudan sendiri, hasil observasi awal menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa belum mencapai standar yang diharapkan. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kurangnya motivasi belajar, minimnya latihan, hingga metode pembelajaran yang belum optimal.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Ahmad Bayu Nurrohman memilih metode talaqqi sebagai fokus penelitian. Metode ini merupakan teknik pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara langsung antara guru dan siswa. Dalam prosesnya, guru membacakan ayat terlebih dahulu, kemudian siswa mendengarkan, menirukan, dan mendapatkan koreksi secara langsung. Pendekatan tatap muka ini dinilai mampu memperkuat pemahaman siswa terhadap makhraj huruf, tajwid, serta kefasihan membaca.

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis penerapan metode talaqqi sekaligus mengukur tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an siswa setelah metode tersebut diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang diperkuat melalui observasi lapangan. Sebanyak 52 siswa kelas VII SMPN 2 Mertoyudan menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, tes membaca Al-Qur’an, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 20 dengan teknik Paired Sample t-Test.

Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup menggembirakan. Sebelum penerapan metode talaqqi, nilai rata-rata kemampuan membaca Al-Qur’an siswa berada pada angka 73,59. Setelah mengikuti pembelajaran dengan metode talaqqi, nilai rata-rata meningkat menjadi 82,48. Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 8,89 poin. Hasil uji statistik juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Artinya, terdapat pengaruh yang nyata dan signifikan dari penerapan metode talaqqi terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.

Tidak hanya berdampak pada nilai akademik, metode talaqqi juga memberikan perubahan positif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, siswa menjadi lebih percaya diri ketika membaca Al-Qur’an. Interaksi langsung dengan guru memungkinkan kesalahan pelafalan segera diperbaiki sehingga siswa lebih cepat memahami aturan tajwid dan makhraj huruf. Lingkungan belajar yang kondusif serta umpan balik langsung dari guru turut mendukung keberhasilan metode ini.

Penelitian juga menemukan sejumlah faktor pendukung keberhasilan metode talaqqi. Di antaranya adalah keberadaan guru yang kompeten dalam bidang Al-Qur’an, kesadaran siswa untuk memperbaiki kemampuan membaca, serta dukungan keluarga yang aktif mendampingi anak dalam belajar Al-Qur’an di rumah. Sebaliknya, kurangnya motivasi dan kebiasaan menunda belajar menjadi faktor penghambat yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Dalam kesimpulannya, Ahmad Bayu Nurrohman menegaskan bahwa penerapan metode talaqqi terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SMPN 2 Mertoyudan. Pembelajaran yang bersifat interaktif, personal, dan memberikan koreksi langsung membuat siswa lebih mudah memahami bacaan yang benar. Selain meningkatkan keterampilan membaca, metode ini juga membantu membangun kepercayaan diri siswa dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Temuan ini menjadi rekomendasi penting bagi sekolah-sekolah umum yang ingin memperkuat pendidikan Al-Qur’an. Metode talaqqi dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan peserta didik. Dengan dukungan guru yang kompeten dan lingkungan belajar yang kondusif, metode ini berpotensi melahirkan generasi muda yang lebih fasih, percaya diri, dan dekat dengan Al-Qur’an. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance