Magelang 25 Agustus 2025 – Peran orang tua kembali ditegaskan sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak, bukan hanya dari segi akademik, tetapi juga dalam membentuk kecerdasan interpersonal. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan Anisa Farahwati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Magelang. Melalui skripsinya berjudul “Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak SD”, Anisa menyoroti bagaimana keterlibatan orang tua dapat menentukan keberhasilan anak dalam membangun hubungan sosial.
Penelitian yang dilaksanakan di SD Negeri Sidosari Salaman, Kabupaten Magelang, ini berangkat dari kegelisahan peneliti terhadap fenomena rendahnya perhatian orang tua terhadap aspek kecerdasan interpersonal anak. Menurut Anisa, banyak orang tua masih lebih fokus pada prestasi akademik semata, sehingga melupakan pentingnya kecerdasan sosial yang menjadi bekal anak dalam bergaul, berempati, dan bekerja sama dengan lingkungannya.
“Pendidikan kecerdasan interpersonal belum sepenuhnya diterapkan dalam keluarga maupun sekolah. Akibatnya, sebagian anak menunjukkan perilaku kurang terpuji, seperti sulit bergaul, egois, hingga kurang peduli pada sesama,” tulis Anisa dalam laporan penelitiannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal penting: pertama, perkembangan kecerdasan interpersonal anak di SD Negeri Sidosari Salaman; kedua, bagaimana peran orang tua dalam mengembangkannya; dan ketiga, apa saja faktor pendukung serta penghambat yang memengaruhi peran orang tua tersebut.
Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, Anisa mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dengan orang tua siswa kelas IV, serta angket. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan gambaran menarik. Anak-anak kelas IV di SD Negeri Sidosari Salaman sudah menunjukkan tanda-tanda perkembangan kecerdasan interpersonal. Hal ini tercermin dari sikap empati terhadap orang lain, kemampuan berkomunikasi secara baik dan sopan, sifat tolong-menolong, serta kebiasaan berbuat baik pada teman maupun lingkungan sekitar. Namun, tingkat perkembangan tersebut sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan perhatian orang tua di rumah.
Dalam menelaah peran orang tua, Anisa mengelompokkan ke dalam empat fungsi utama. Pertama, orang tua sebagai pendidik, yang berperan memberi nasihat, contoh nyata, dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, orang tua sebagai pengasuh, yakni dengan memberikan kepercayaan, mendampingi, serta memotivasi anak dalam setiap proses belajar dan pergaulan. Ketiga, orang tua sebagai motivator, yang mendorong anak untuk berusaha, menanamkan semangat sukses, serta memberikan dukungan moral. Terakhir, orang tua sebagai teladan, yaitu dengan memberi contoh nyata, seperti menolong tetangga atau menunjukkan sikap sopan santun dalam kehidupan sosial.
Menariknya, penelitian ini juga menyingkap faktor pendukung dan penghambat. Ketika orang tua melaksanakan perannya dengan baik dan maksimal, kecerdasan interpersonal anak berkembang optimal. Sebaliknya, hambatan muncul ketika peran pendidikan orang tua tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini seringkali disebabkan oleh kesibukan, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kecerdasan interpersonal, atau pola pikir yang masih terlalu menekankan capaian akademik.
Bagi Anisa, hasil penelitian ini diharapkan bisa membuka mata banyak pihak, terutama para orang tua, bahwa kecerdasan interpersonal sama pentingnya dengan nilai rapor anak. “Anak yang cerdas akademik tetapi tidak mampu bersosialisasi, berempati, dan bekerja sama, akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya di masa depan,” tegasnya.
Penelitian ini juga memberikan manfaat praktis. Bagi guru, hasil ini bisa menjadi rujukan untuk lebih memperhatikan aspek sosial dalam kegiatan pembelajaran. Bagi orang tua, temuan ini menjadi pengingat bahwa mereka adalah pendidik pertama dan utama yang bertanggung jawab membentuk karakter anak.
Dengan demikian, penelitian Anisa Farahwati berhasil menggarisbawahi bahwa pengembangan kecerdasan interpersonal tidak bisa dilepaskan dari peran aktif orang tua. Anak-anak yang tumbuh dengan teladan, bimbingan, dan dukungan penuh dari orang tuanya akan lebih siap menghadapi tantangan sosial dan membangun hubungan harmonis di masa depan. (ed:noviyanti)
sumber : repository UNIMMA

