Magelang 25 Agustus 2025 – Penelitian yang dilakukan oleh Laila Nurul Fajri, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap fakta menarik mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan. Studi ini berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Disiplin Kerja, dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada CV. Anugerah Maju Pratama Kabupaten Magelang” dan selesai pada tahun 2023.
CV Anugerah Maju Pratama, sebuah perusahaan manufaktur payung yang berdiri sejak 1976, menjadi lokasi penelitian. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 50 karyawan bagian produksi, dengan beragam latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan disiplin kerja yang bervariasi. Laila tertarik meneliti perusahaan tersebut karena adanya fenomena target produksi yang kerap tidak tercapai. Data perusahaan menunjukkan bahwa dalam periode Januari–April 2023, realisasi produksi selalu berada di bawah target bulanan, dengan selisih keterlambatan antara 5–10 persen.
Melihat kenyataan tersebut, Laila merumuskan penelitian untuk menjawab pertanyaan penting: apakah tingkat pendidikan, disiplin kerja, dan pelatihan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan?
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 44 responden, yang merupakan karyawan bagian produksi. Pemilihan responden dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria tertentu, seperti lama bekerja minimal satu tahun, pendidikan terakhir minimal SMP, dan berstatus karyawan tetap.
Untuk mengolah data, Laila menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Uji F digunakan untuk menguji pengaruh ketiga variabel secara simultan, sementara uji t digunakan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel secara parsial.
Hasil Penelitian
Temuan penelitian memberikan gambaran yang cukup mengejutkan. Secara simultan, tingkat pendidikan, disiplin kerja, dan pelatihan kerja memang berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Artinya, jika dilihat bersama-sama, ketiga variabel tersebut berperan penting dalam menentukan performa tenaga kerja di CV Anugerah Maju Pratama.
Namun, hasil uji parsial justru menunjukkan hal berbeda:
-
Tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Banyak karyawan dengan latar belakang pendidikan rendah (SMP atau SMA) tetap bisa bekerja sesuai standar perusahaan. Faktor keterampilan teknis dan pengalaman lebih berperan daripada gelar pendidikan formal.
-
Disiplin kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Meski kedisiplinan dianggap penting, dalam praktiknya masih ditemukan banyak pelanggaran jam kerja, keterlambatan, hingga absen yang tidak menurunkan kinerja secara langsung.
-
Pelatihan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pelatihan yang diberikan perusahaan berhasil meningkatkan keterampilan teknis, memperbaiki kualitas produksi, dan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik.
Dengan kata lain, pelatihan kerja menjadi variabel dominan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Implikasi Penelitian
Menurut Laila, hasil penelitian ini menjadi cermin penting bagi manajemen CV Anugerah Maju Pratama. Ia menyarankan perusahaan lebih fokus pada penyelenggaraan pelatihan kerja yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan yang dirancang dengan baik bukan hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, serta rasa memiliki terhadap perusahaan.
Selain itu, meskipun pendidikan dan disiplin kerja tidak terbukti signifikan dalam penelitian ini, perusahaan tidak boleh mengabaikan keduanya. Pendidikan tetap penting dalam rekrutmen untuk memastikan calon karyawan memiliki dasar pengetahuan yang memadai, sementara disiplin perlu dibangun melalui budaya kerja yang konsisten.
Kesimpulan
Penelitian Laila Nurul Fajri menegaskan bahwa sumber daya manusia adalah aset utama perusahaan. Kinerja karyawan bukan hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan atau tingkat kedisiplinan, melainkan juga oleh investasi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi melalui pelatihan.
Di tengah ketatnya persaingan bisnis manufaktur, pelatihan kerja terbukti menjadi strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas. Hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi CV Anugerah Maju Pratama, tetapi juga relevan bagi perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mengoptimalkan kinerja karyawan.
“Pelatihan kerja adalah investasi yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga membangun masa depan karyawan,” tulis Laila dalam kesimpulan penelitiannya. (ed : noviyanti)
sumber : repository UNIMMA

