Penelitian Desalfa Galih: Kompensasi Adil dan Motivasi Tinggi Kunci Produktivitas Pegawai
2 September 2025

jww

Magelang, 02 September 2025 – Perhatian terhadap sumber daya manusia kembali menjadi sorotan dalam sebuah penelitian akademik yang dilakukan oleh Desalfa Galih Pradhana, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Magelang. Melalui skripsinya yang rampung pada 2022, Desalfa mengangkat tema penting: bagaimana disiplin kerja, kompensasi, dan motivasi memengaruhi kinerja karyawan, khususnya mereka yang berstatus non-PNS di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung.

Latar Belakang Penelitian

Di era industri 4.0, kinerja pegawai bukan hanya menjadi tolok ukur kesuksesan organisasi, tetapi juga menjadi kunci keberlangsungan layanan publik. DPRKPLH Temanggung, sebagai instansi yang menangani urusan lingkungan dan permukiman, dituntut memberikan pelayanan maksimal. Namun, catatan absensi Januari–Mei 2022 menunjukkan adanya persoalan disiplin: beberapa pegawai non-PNS tercatat masih terlambat hadir, bahkan pada bulan Januari jumlah keterlambatan mencapai 18 orang. Kondisi inilah yang mendorong Desalfa meneliti lebih jauh faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja mereka.

Tujuan dan Metodologi

Desalfa merumuskan empat tujuan utama:

  1. Menguji apakah disiplin kerja, kompensasi, dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh pada kinerja karyawan.
  2. Mengukur pengaruh disiplin kerja secara individu terhadap kinerja.
  3. Menganalisis peran kompensasi dalam meningkatkan kinerja.
  4. Mengkaji sejauh mana motivasi memengaruhi hasil kerja.

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Disiplin Kerja, Kompensasi, dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi Empiris pada Karyawan Non PNS Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung)” melibatkan 169 responden non-PNS dari total 250 karyawan DPRKPLH. Dengan menggunakan metode nonprobability sampling jenis sensus dan analisis regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS, penelitian ini berusaha memberikan gambaran empiris atas persoalan yang ada.

Hasil Penelitian

Dari pengolahan data, Desalfa menemukan beberapa poin menarik:

  • Secara simultan, ketiga variabel – disiplin kerja, kompensasi, dan motivasi – terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya, kombinasi ketiganya memang menjadi fondasi penting dalam membentuk produktivitas kerja.
  • Disiplin kerja secara parsial ternyata tidak berpengaruh signifikan. Meski disiplin sering dianggap kunci utama, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lain lebih menentukan.
  • Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan. Pemberian imbalan yang adil dan layak menjadi faktor kuat dalam meningkatkan semangat kerja.
  • Motivasi juga terbukti berpengaruh signifikan. Dorongan internal maupun eksternal membuat karyawan lebih bersemangat dalam menjalankan tugas.

Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan kompensasi dan motivasi sebagai penopang utama, sementara disiplin kerja tetap dibutuhkan meski pengaruhnya tidak dominan.

Implikasi dan Saran

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja karyawan DPRKPLH Temanggung dapat ditingkatkan melalui perbaikan sistem kompensasi dan strategi peningkatan motivasi kerja. Disalurkan dalam bentuk insentif, penghargaan, atau peluang pengembangan diri, kompensasi dan motivasi dapat menjadi pemicu yang lebih kuat dibanding sekadar aturan disiplin.

Namun, Desalfa juga mengingatkan bahwa disiplin kerja tetap harus dijaga. Kedisiplinan yang konsisten akan mendukung keberlangsungan kinerja, meskipun dalam konteks penelitian ini pengaruhnya tidak signifikan secara statistik.

Bagi manajemen DPRKPLH, penelitian ini memberikan saran praktis: memperhatikan kesejahteraan non-PNS, menciptakan sistem reward yang adil, serta merancang program motivasi berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan publik.

Penutup

Skripsi karya Desalfa Galih Pradhana bukan hanya pemenuhan syarat akademik, melainkan juga kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik. Temuan bahwa kompensasi dan motivasi menjadi faktor dominan patut dicatat oleh para pengambil kebijakan, khususnya di lingkup pemerintahan daerah.

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa kinerja bukan semata hasil kedisiplinan, melainkan juga buah dari penghargaan yang layak dan semangat yang terjaga. Dengan kombinasi yang tepat, karyawan non-PNS DPRKPLH Temanggung berpotensi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sumber: Repositori UNIMMA