Magelang 25 Agustus 2025 – Upaya meningkatkan efisiensi produksi terus menjadi perhatian di berbagai sektor industri, termasuk pada perusahaan karoseri. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Imam Agus Fauzi, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Magelang, yang secara khusus menyoroti permasalahan tata letak fasilitas di Karoseri Avena Magelang.
Dalam skripsinya yang berjudul “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas untuk Menurunkan Ongkos Material Handling di Karoseri Avena Magelang”, Imam mengangkat isu penting mengenai masih tingginya biaya penanganan material akibat jarak antar-departemen yang berjauhan dan tidak teratur. Penelitian ini bukan hanya relevan secara akademis, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang bagaimana tata kelola ruang produksi bisa berdampak langsung pada efisiensi biaya.
Latar Belakang Penelitian
Karoseri Avena, yang berlokasi di Magelang, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan, perbaikan, dan renovasi kendaraan angkutan darat. Perusahaan ini melayani pesanan berbagai jenis kendaraan, mulai dari L300, ELF, hingga bus medium. Namun, hasil observasi awal Imam menemukan adanya masalah mendasar: penempatan departemen produksi yang terlalu jauh satu sama lain.
Sebagai contoh, departemen fiber yang seharusnya berdekatan dengan departemen dempul ternyata terpisah sejauh 55 meter, sementara jarak antara departemen dempul dengan pengecatan mencapai 63 meter. Kondisi ini menimbulkan fenomena back track, yaitu pergerakan material yang tidak efisien karena harus bolak-balik dalam proses produksi. Total jarak perpindahan dalam proses pembuatan bus tercatat mencapai 1038,5 meter. Akibatnya, ongkos material handling pun membengkak hingga Rp 2.849.751,82 untuk satu kali proses produksi bus medium.
Tujuan dan Metode
Melihat persoalan tersebut, Imam merancang penelitian dengan tujuan utama mengidentifikasi kondisi tata letak fasilitas saat ini, menghitung jarak perpindahan material, dan menyusun usulan layout baru yang lebih efisien.
Metode yang digunakan adalah Systematic Layout Planning (SLP), sebuah pendekatan yang membantu merancang tata letak dengan mempertimbangkan hubungan antar aktivitas produksi. Untuk memperkuat analisis, Imam juga menggunakan software ALDEP (Automated Layout Design Program) yang memproses data kebutuhan luas area serta hubungan kedekatan antar-departemen. Perhitungan jarak perpindahan dilakukan menggunakan rumus rectilinear, sehingga hasilnya lebih realistis dalam konteks pergerakan material di lantai produksi.
Hasil Penelitian
Dari hasil perhitungan, kebutuhan luas area produksi untuk seluruh departemen di Karoseri Avena ditetapkan sebesar 2322 m². Layout baru kemudian disusun berdasarkan kedekatan antar proses, sehingga aliran material lebih teratur.
Hasil yang diperoleh cukup signifikan. Jarak perpindahan antar fasilitas berhasil dikurangi sebesar 455 meter, dari 1038,5 meter menjadi hanya 583,5 meter. Tidak hanya itu, ongkos material handling juga menurun drastis, dari semula Rp 2.849.751,82 menjadi Rp 1.151.631, atau terjadi penghematan sekitar Rp 1.698.120. Secara persentase, efisiensi yang diperoleh mencapai 44 persen dibandingkan dengan layout awal.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa tata letak yang efisien mampu meminimalkan waktu produksi, mengurangi energi yang dikeluarkan oleh pekerja maupun alat angkut, serta meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Implikasi Penelitian
Imam Agus Fauzi dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan praktis bagi manajemen Karoseri Avena untuk melakukan perbaikan tata letak fasilitas. Dengan implementasi layout usulan, perusahaan bukan hanya mampu menekan biaya operasional, tetapi juga dapat meningkatkan kepuasan konsumen melalui proses produksi yang lebih cepat dan efisien.
Lebih jauh, penelitian ini membuktikan bahwa aspek teknis seperti tata letak fasilitas sering kali menjadi faktor yang terlupakan, padahal memiliki dampak besar terhadap efisiensi biaya produksi. Studi ini juga menjadi bukti bahwa ilmu Teknik Industri, khususnya dalam bidang perancangan tata letak, dapat berkontribusi nyata terhadap keberlangsungan dan daya saing perusahaan manufaktur di Indonesia.
Penutup
Dengan pendekatan sistematis yang dilakukan, Imam Agus Fauzi berhasil menunjukkan bahwa perbaikan sederhana pada tata letak fasilitas bisa menghasilkan dampak efisiensi yang signifikan. Penghematan ongkos material handling hampir setengah dari kondisi awal tentu menjadi kabar baik bagi Karoseri Avena. Penelitian ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana riset akademik dapat memberi solusi praktis bagi dunia industri. (ed: noviyanti)
sumber : repository UNIMMA

