Penelitian Ungkap Kandungan Hidrokuinon Berbahaya dalam Krim Malam di Magelang
23 July 2026

Admin KUI-KIMMI

Magelang, Juli–Tren penggunaan skincare demi mendapatkan kulit cerah kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Saniya Puspa Fasya, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap fakta penting terkait keamanan produk krim malam yang beredar di masyarakat.

Dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Kadar Hidrokuinon dalam Skincare dengan Bentuk Sediaan Krim Malam yang Beredar di Magelang dengan Metode Spektrofotometri UV”, Saniya menyoroti penggunaan bahan aktif hidrokuinon yang kerap ditemukan dalam produk pemutih kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan serta mengukur kadar hidrokuinon pada krim malam yang beredar di klinik kecantikan di wilayah Magelang.

Fenomena meningkatnya penggunaan produk pemutih kulit, khususnya di kalangan remaja, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Keinginan memiliki kulit putih sering kali mendorong konsumen membeli produk tanpa memperhatikan kandungan di dalamnya, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan kulit.

Untuk menguji kandungan tersebut, Saniya menggunakan dua metode analisis laboratorium, yaitu Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mendeteksi keberadaan hidrokuinon secara kualitatif, serta spektrofotometri UV untuk mengukur kadar zat tersebut secara kuantitatif. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi yang lebih akurat terhadap kandungan bahan aktif dalam sampel krim malam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sejumlah sampel yang diuji, terdapat satu produk krim malam yang terbukti mengandung hidrokuinon. Lebih lanjut, kadar hidrokuinon yang ditemukan mencapai 1,9 persen, angka yang patut diwaspadai mengingat potensi efek samping bahan tersebut terhadap kesehatan kulit jika digunakan tanpa pengawasan medis.

Temuan ini mempertegas bahwa masih terdapat produk skincare yang beredar dengan kandungan bahan aktif berisiko. Secara kualitatif, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan hidrokuinon dalam krim malam di Magelang masih ditemukan, sehingga diperlukan kewaspadaan dari konsumen dalam memilih produk perawatan kulit.

Penelitian Saniya tidak hanya memberikan gambaran kondisi nyata di lapangan, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam menggunakan produk kecantikan. Selain itu, hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak terkait dalam meningkatkan pengawasan terhadap peredaran kosmetik, khususnya yang mengandung bahan berbahaya.

Dengan meningkatnya kesadaran konsumen dan pengawasan yang lebih ketat, keamanan penggunaan produk skincare diharapkan dapat lebih terjamin di masa mendatang. (ed. adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance