Magelang, Juni 2026 – Kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha ternyata tidak hanya bergantung pada kemampuan menciptakan inovasi. Sebuah penelitian yang dilakukan Hernawan Dwi Tjahjono, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja UMKM di Magelang, sementara inovasi belum memberikan pengaruh yang signifikan secara langsung.
Penelitian bertajuk “Pengaruh Inovasi dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM di Magelang” tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya peran UMKM sebagai penggerak perekonomian daerah. Di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif, pelaku UMKM dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta dinamika pasar agar tetap bertahan dan berkembang.
Magelang sendiri memiliki potensi UMKM yang cukup besar, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, kerajinan hingga industri kreatif. Keberadaan kawasan wisata nasional seperti Borobudur turut membuka peluang pasar yang luas. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam mengembangkan inovasi maupun memperkuat jiwa kewirausahaan sehingga daya saing usahanya belum optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, Hernawan Dwi Tjahjono melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana inovasi dan orientasi kewirausahaan memengaruhi kinerja UMKM di wilayah Magelang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 72 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Seluruh data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda.
Dalam penelitian ini, inovasi dipahami sebagai kemampuan pelaku usaha melakukan pembaruan pada produk, proses produksi, maupun strategi pemasaran. Sementara orientasi kewirausahaan mencakup sikap proaktif, keberanian mengambil risiko, kemampuan menangkap peluang usaha, serta kemauan untuk terus berkembang dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
Hasil penelitian menghadirkan temuan yang menarik. Variabel inovasi ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Magelang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa upaya melakukan inovasi belum tentu langsung meningkatkan performa usaha. Inovasi membutuhkan waktu agar dapat diterima pasar, sementara keterbatasan modal, teknologi, maupun kemampuan manajerial sering kali membuat hasil inovasi belum mampu memberikan dampak ekonomi dalam jangka pendek.
Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Pelaku usaha yang memiliki keberanian mengambil keputusan, mampu membaca peluang pasar, bersikap proaktif terhadap perubahan, dan berani menghadapi risiko terbukti memiliki peluang lebih besar dalam meningkatkan penjualan, memperluas pasar, serta menjaga keberlangsungan usahanya.
Analisis statistik juga memperlihatkan bahwa orientasi kewirausahaan menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja UMKM dibandingkan inovasi. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sekitar 71,5 persen variasi kinerja UMKM, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian, seperti kondisi pasar, dukungan pemerintah, kemampuan manajerial, maupun aspek eksternal lainnya.
Temuan tersebut memberikan pesan penting bahwa peningkatan daya saing UMKM tidak cukup hanya melalui penciptaan produk baru atau inovasi semata. Pengembangan karakter kewirausahaan menjadi aspek yang tidak kalah penting agar pelaku usaha mampu mengambil keputusan secara tepat, beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, dan memanfaatkan peluang bisnis yang terus berkembang.
Bagi pemerintah daerah maupun lembaga pendamping UMKM, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam merancang program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran. Pelatihan yang berfokus pada penguatan mental kewirausahaan, kemampuan membaca peluang usaha, pengambilan keputusan strategis, serta pengembangan jiwa kepemimpinan dinilai dapat memberikan dampak lebih nyata terhadap peningkatan kinerja UMKM.
Sementara bagi pelaku usaha, penelitian ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh seberapa inovatif produk yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan pemilik usaha dalam menjalankan strategi bisnis secara adaptif, berani menghadapi tantangan, serta terus mencari peluang baru di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.
Melalui penelitian ini, Hernawan Dwi Tjahjono berharap hasil kajiannya dapat memperkaya literatur mengenai pengembangan UMKM, khususnya di daerah, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi peningkatan daya saing UMKM yang berkelanjutan di Magelang. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

